Auckland Tuan Rumah Komisi Bersama Para Menlu RI-Selandia Baru ke-13
- 26 Agt 2026 19:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Auckland akan menjadi tuan rumah Pertemuan ke-13 Joint Ministerial Commission (JMC) Indonesia-Selandia Baru pada Jumat, 28 Agustus 2026.
- JMC merupakan mekanisme utama dialog bilateral tingkat menteri luar negeri antara Indonesia dan Selandia Baru.
- Sejumlah kerja sama prioritas juga akan dibahas, antara lain peningkatan perdagangan dan investasi, khususnya di sektor ketahanan pangan dan energi.
RRI.CO.ID, Auckland - Auckland akan menjadi tuan rumah Pertemuan ke-13 Joint Ministerial Commission (JMC) Indonesia-Selandia Baru pada Jumat, 28 Agustus 2026. Pertemuan tersebut akan dipimpin bersama Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters.
JMC merupakan mekanisme utama dialog bilateral tingkat menteri luar negeri antara Indonesia dan Selandia Baru. Kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang kepada RRI, Rabu, 26 Agustus 2026 di Auckland.
“JMC ini merupakan mekanisme utama dialog bilateral tingkat Menteri Luar Negeri untuk meninjau capaian kerja sama dan menetapkan prioritas strategis ke depan. Khususnya, terkait tindak lanjut Rencana Aksi untuk Kemitraan Komprehensif antara Indonesia dan Selandia Baru periode 2025-2029,” ujarnya menambahkan.
Sejumlah kerja sama prioritas juga akan dibahas, antara lain peningkatan perdagangan dan investasi, khususnya di sektor ketahanan pangan dan energi. Kedua negara juga akan membahas penguatan hubungan antarmasyarakat melalui kerja sama pendidikan dan kebudayaan, serta kerja sama pertahanan.
“Pertemuan JMC akan membahas kerja sama yang menjadi prioritas kedua negara, diantaranya peningkatan perdagangan dan investasi. Khususnya di sektor ketahanan pangan dan energi, people-to-people contact melalui kerja sama pendidikan, dan kebudayaan, serta penguatan kerja sama pertahanan,” kata Jubir I Kemlu RI.
Selain, kunjungan Sugiono ke Selandia Baru akan dimanfaatkan untuk membahas rencana peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara yang akan berlangsung pada 2028. Secara khusus menurut Yvonne, pertemuan ini menegaskan komitmen Indonesia dan Selandia Baru untuk berkolaborasi di kawasan.
"Pertemuan ini menegaskan komitmen Indonesia dan Selandia Baru untuk terus mempererat kemitraan bilateral. Serta kolaborasi dalam kerangka ASEAN dan di kawasan Indo-Pasifik guna mewujudkan kawasan yang stabil, damai, dan sejahtera," ujar Yvonne.
Adapun, Menlu Sugiono, dan Menlu Selandia Baru, Winston Peters, memimpin bersama pertemuan ke-12 Joint Ministerial Commission (JMC) Indonesia-Selandia Baru. Pertemuan berlangsung Jumat, 13 Juni 2025 di Gedung Pancasila, Kemlu RI, Jakarta.
Pertemuan JMC ke-12 berfokus pada evaluasi tahun pertama pelaksanaan Rencana Aksi 2025–2029 yang disepakati pada JMC ke-11 di Auckland. Serta, membahas program-program kerja sama ke depan.
Kerja sama Indonesia-Selandia Baru mencakup berbagai bidang, termasuk ekonomi, perdagangan, investasi, dan pendidikan. Di sektor ekonomi, kedua Menlu sepakat mendorong perdagangan yang lebih seimbang dan berkelanjutan.
Hal ini dilakukan guna mencapai target perdagangan bilateral senilai NZD6 miliar pada 2029. Salah satu upaya konkret adalah dengan streamlining kebijakan importasi dan meningkatkan kolaborasi dalam sektor pangan dan pertanian.
Selain penandatanganan kerja sama di bidang pendidikan, Indonesia dan Selandia Baru juga telah menyepakati Mutual Recognition Arrangement (MRA) untuk standar halal. MRA ini akan memperkuat kerja sama industri halal dan memenuhi kebutuhan konsumen di kedua negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....