Iran-Oman Bahas Koridor sementara di Selat Hormuz
- 26 Agt 2026 15:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran dan Oman melanjutkan negosiasi untuk mengelola Selat Hormuz sebagai respons terhadap tekanan ekonomi dari Amerika Serikat.
- Selat Hormuz merupakan jalur vital untuk sekitar seperlima dari pengiriman minyak dan gas alam cair dunia.
- Negosiasi bilateral yang telah berjalan beberapa pekan terakhir berfokus pada pengaturan lalu lintas kapal melalui jalur perairan strategis tersebut.
RRI.CO.ID, Teheran — Iran mengatakan telah kembali melakukan pembicaraan dengan Oman untuk mengelola Selat Hormuz di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dari Amerika Serikat. Iran dan Oman telah melakukan negosiasi secara berkala selama beberapa pekan terakhir, dilansir dari Reuters, Rabu, 26 Agustus 2026.
Negosiasi tersebut dilakukan dengan fokus pada pengaturan lalu lintas kapal melalui jalur perairan strategis tersebut. Sebelum perang dimulai, Selat Hormuz menjadi jalur bagi sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.
Namun, sebagian besar aktivitas pelayaran melalui selat tersebut terhenti sejak perang dimulai. Pada Selasa, 25 Agustus 2026, Iran dan Oman membahas pembentukan “koridor navigasi sementara bersama” melalui Selat Hormuz.
Kedua negara juga sepakat membersihkan jalur tersebut dari ranjau. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan seluruh ranjau di Selat Hormuz telah dibersihkan.
Meski permusuhan aktif antara AS dan Iran sebagian besar telah mereda, pelayaran melalui kawasan tersebut masih menghadapi risiko keamanan. Di sisi lain, upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan damai masih mengalami kebuntuan.
Di tengah ketegangan yang masih berlangsung, AS mulai mengirim kembali personel ke sejumlah misi diplomatiknya di Timur Tengah. Sebelumnya, sejumlah misi tersebut dievakuasi atau mengurangi jumlah personel akibat meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Langkah tersebut menunjukkan Washington menilai risiko eskalasi konflik dengan Iran dalam waktu dekat telah menurun. Namun, beberapa kedutaan AS masih akan beroperasi dengan kapasitas lebih rendah dari biasanya.
Dalam upaya melemahkan perekonomian Iran, Washington juga mengancam akan menghukum negara-negara yang terus melakukan bisnis dengan Teheran. Meski demikian, AS mengatakan sanksi terhadap negara-negara tersebut tidak akan langsung diberlakukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....