UNICEF: 3,7 Juta Anak Afghanistan Mengalami Malnutrisi Akut
- 26 Agt 2026 14:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- UNICEF melaporkan 3,7 juta anak di Afghanistan mengalami malnutrisi akut yang memerlukan perhatian mendesak.
- Sebanyak 1 juta anak mengalami malnutrisi akut parah yang langsung mengancam nyawa mereka.
- Rumah sakit Afghanistan mengalami tekanan luar biasa dengan hampir 40 persen pasien anak adalah bayi di bawah enam bulan yang kekurusan parah.
RRI.CO.ID, Kabul — Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) melaporkan sekitar 3,7 juta anak di Afghanistan mengalami malnutrisi akut. Dari jumlah tersebut, sekitar 1 juta anak mengalami malnutrisi akut parah yang mengancam jiwa.
Melansir dari Anadolu, Rabu, 26 Agustus 2026, kondisi tersebut membuat rumah sakit di Afghanistan menghadapi tekanan yang semakin besar. Hampir 40 persen anak yang dirawat karena kekurusan parah dan komplikasi medis merupakan bayi berusia di bawah enam bulan.
Anak-anak berusia di bawah dua tahun mencakup 83 persen dari kasus malnutrisi akut parah. Lebih dari setengah juta anak telah dirawat sejak awal tahun karena kekurusan sedang berisiko tinggi dan kekurusan parah.
Perwakilan UNICEF di Afghanistan, Tajudeen Oyewale, mengatakan jumlah kasus malnutrisi akut parah dengan komplikasi medis meningkat sepertiga dalam satu tahun. Kasus tersebut meningkat dari 6.000 pada Juli 2025 menjadi 8.000 pada Juli 2026.
UNICEF mengatakan setengah dari anak-anak Afghanistan hidup dalam kemiskinan pangan anak yang parah. Kondisi tersebut berarti mereka hanya mengonsumsi makanan dari dua atau lebih sedikit kelompok pangan setiap hari.
Anak-anak dari rumah tangga dengan kerawanan pangan parah memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekurusan. Risiko tersebut dapat mencapai enam kali lipat selama periode puncak malnutrisi.
Oyewale mengatakan situasi tersebut diperburuk oleh berbagai faktor, termasuk kekeringan yang terjadi selama bertahun-tahun. Curah hujan lebat yang merusak dan banjir bandang juga memperburuk kondisi pangan.
Selain faktor cuaca, ketidakstabilan regional turut mengganggu perdagangan lintas perbatasan dan mata pencaharian masyarakat. Kondisi ini semakin membatasi kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangan anak-anak.
Sekitar 6 juta orang telah kembali ke Afghanistan sejak 2023, dengan lebih dari separuh di antaranya merupakan anak-anak. Kepulangan tersebut memberikan tekanan tambahan terhadap lapangan pekerjaan, sumber daya rumah tangga, serta layanan kesehatan dan gizi.
Di tengah meningkatnya kebutuhan, layanan kesehatan dan gizi justru menghadapi keterbatasan sumber daya. UNICEF melaporkan lebih dari 100 fasilitas yang menangani anak dengan kekurusan parah telah ditutup tahun ini dibandingkan 2025.
Ratusan pusat lainnya juga kehilangan pendanaan untuk menyediakan dukungan gizi bagi anak-anak serta perempuan hamil dan menyusui yang mengalami malnutrisi. Kondisi tersebut semakin mempersempit akses masyarakat terhadap layanan yang dibutuhkan.
UNICEF memperingatkan bahwa kekurangan dana dapat semakin memperburuk krisis malnutrisi di Afghanistan. Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan ketika akses terhadap makanan bergizi dan layanan kesehatan terus berkurang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....