Menlu RI dan Selandia Baru Bahas Potensi Perluasan Kerja Sama di Auckland

  • 24 Agt 2026 16:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menlu RI Sugiono dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan Menlu Selandia Baru Winston Peters pada Jumat, 28 Agustus di Auckland.

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, dijadwalkan bertemu Menlu Selandia Baru, Winston Peters, Jumat, 28 Agustus 2026. Keduanya akan memimpin pertemuan ke-13 Joint Ministerial Commission (JMC) Indonesia-Selandia Baru yang berlangsung di Auckland, Selandia Baru.

Demikian dikatakan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Yvonne Mewengkang, Senin 24 Agustus 2026 di Jakarta. “Menlu RI dan Menlu Selandia Baru akan membahas berbagai perkembangan dan juga potensi-potensi kerja sama kedua negara,” katanya.

Yvonne mengungkapkan pada pertemuan tersebut Menlu Sugiono akan mendorong agar berbagai komitmen yang telah disepakati dapat ditindaklanjuti. Menurut dia, Menlu juga akan memastikan berbagai program yang dijalin memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.

“Pada JMC nanti Indonesia akan mendorong berbagai komitmen yang telah disepakati untuk ditindaklanjuti,” ujarnya. “Juga berbagai program kerja sama yang dapat dilakukan secara terukur, konkret, dan pastinya berguna bagi masyarakat kedua negara.”

Secara khusus Yvonne mengatakan JMC juga akan dimanfaatkan untuk mempersiapkan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara. “Indonesia dan Selandia Baru akan memperingati 70 tahun hubungan diplomatiknya pada 2028,” ucapnya.

Pertemuan Ke-12 JMC Indonesia-Selandia Baru sebelumnya di Jakarta pada Juni 2025. Saat itu pembahasan terfokus pada evaluasi tahun pertama pelaksanaan Rencana Aksi 2025–2029 serta program-program kerja sama ke depan.

Kerja sama Indonesia-Selandia Baru mencakup berbagai bidang termasuk ekonomi, perdagangan, investasi, dan pendidikan. Di sektor ekonomi, kedua Menlu sepakat mendorong perdagangan yang lebih seimbang dan berkelanjutan.

Hal ini dilakukan guna mencapai target perdagangan bilateral senilai NZD6 miliar pada 2029. Salah satu upaya konkret adalah dengan streamlining kebijakan importasi dan meningkatkan kolaborasi dalam sektor pangan dan pertanian.

Selain penandatanganan kerja sama di bidang pendidikan, Indonesia dan Selandia Baru juga menyepakati Mutual Recognition Arrangement (MRA) untuk standar halal. Ini akan memperkuat kerja sama industri halal dan memenuhi kebutuhan konsumen di kedua negara.

Kedua Menlu juga menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi di Pasifik. Terutama melalui forum-forum regional seperti Melanesian Spearhead Group (MSG) dan Pacific Islands Forum (PIF).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....