Trump Sebut Tak Ada Pembicaraan Baru dengan Iran
- 22 Agt 2026 15:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Trump secara tegas menyangkal adanya negosiasi atau pembicaraan aktif antara Amerika Serikat dan Iran pada saat ini.
- Trump juga menegaskan tidak ada rencana untuk memulai dialog baru dengan pemerintah Teheran di masa depan dekat.
- Iran secara konsisten telah mengklaim tidak ada komunikasi langsung dengan Washington, sejalan dengan pernyataan terbaru Trump.
RRI.CO.ID, Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, tidak ada pembicaraan atau negosiasi yang sedang berlangsung dengan Iran. Bahkan, menurutnya, tidak ada rencana untuk memulai pembicaraan baru dengan Teheran, dilansir dari CNBC, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut bertentangan dengan klaim Trump sebelumnya bahwa AS dan Iran sedang bernegosiasi. Iran sendiri berulang kali menyatakan bahwa tidak ada pembicaraan langsung dengan Washington.
Trump juga mengklaim Selat Hormuz telah terbuka dan seluruh ranjau laut telah disingkirkan atau diledakkan. Namun, Komando Pusat AS tidak mengonfirmasi klaim tersebut dan mengarahkan pertanyaan kepada Gedung Putih.
Pelayaran di Selat Hormuz telah terganggu sejak perang AS-Iran dimulai. Ancaman ranjau Iran menjadi salah satu faktor yang menghambat lalu lintas kapal di jalur tersebut.
AS sebelumnya meluncurkan misi pembersihan ranjau untuk menciptakan jalur aman bagi kapal. Selat Hormuz biasanya menjadi jalur bagi sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.
Namun, lalu lintas kapal kini menyusut drastis dan semakin melambat dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Trump tetap mengklaim bahwa AS, bukan Iran, mengendalikan Selat Hormuz melalui blokade angkatan laut. Di tengah situasi tersebut, Trump kembali mengangkat gagasan menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat.
Para pakar menilai pengambilalihan selat internasional tersebut akan melanggar hukum internasional. Trump juga membagikan gambar yang menyebut Selat Hormuz sebagai “Wilayah Baru AS”.
Sementara itu, Iran dan Oman terus melakukan pembicaraan mengenai jalur pelayaran komersial baru melalui Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan negosiasi dengan Oman masih berlangsung untuk menentukan rute maritim baru melalui Selat Hormuz.
Seorang pejabat militer Iran juga mengancam kapal yang mencoba melewati selat akan menghadapi serangan. Trump sebelumnya menolak memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari yang telah berakhir pada Senin, 17 Agustus 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....