Inggris Siapkan Sanksi atas Perluasan Permukiman Israel
- 22 Agt 2026 14:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband mengumumkan pemberlakuan sanksi baru terhadap warga Israel yang terlibat dalam perluasan permukiman ilegal di Gaza dan Tepi Barat.
- Langkah ini menunjukkan pengerasan sikap Partai Buruh Inggris terhadap Israel dan penolakan terhadap penghancuran prinsip solusi dua negara.
- Pengumuman dilakukan pada malam Rabu, 19 Agustus 2026, sebagai bagian dari respons diplomatik Inggris terhadap ekspansi permukiman di wilayah yang dipersengketakan.
RRI.CO.ID, London — Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband mengatakan pemerintah akan menyiapkan sanksi baru terhadap warga Israel yang terlibat dalam perluasan permukiman ilegal. Sanksi tersebut akan menyasar aktivitas perluasan permukiman di Gaza dan Tepi Barat, dilansir dari The Straits Times.
Langkah itu menjadi tanda bahwa sikap Partai Buruh Inggris terhadap Israel semakin keras. Miliband mengatakan pada malam Rabu, 19 Agustus 2026, Inggris tidak akan menerima penghancuran solusi dua negara.
Pernyataan itu muncul setelah Israel membuka tender pembangunan 1.200 rumah permukiman di kawasan E1, Tepi Barat. Kawasan E1 dinilai memiliki posisi strategis dalam wilayah tersebut.
Miliband memperingatkan pembangunan E1 dapat memisahkan Tepi Barat dari Yerusalem Timur. Menurutnya, kondisi tersebut dapat mengancam kelangsungan solusi dua negara dan menyebut tindakan pemerintah Israel tidak dapat diterima dan merusak.
Ia meminta Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar segera menghentikan rencana pembangunan E1 dan menarik kembali tender pembangunan tersebut. Miliband telah memanggil diplomat senior Israel di Inggris Daniela Grudsky Ekstein ke Kantor Luar Negeri.
Pemanggilan tersebut dilakukan untuk menyampaikan tuntutan Inggris secara langsung kepada pihak Israel. Inggris juga akan menyiapkan serangkaian langkah untuk merespons kebijakan pemerintah Israel yang rencananya diumumkan dalam beberapa pekan mendatang.
Pada Juli, Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting juga mengkritik tindakan Israel. Streeting mengatakan Israel telah gagal memenuhi standar internasional di Gaza dan Tepi Barat.
Sikap Inggris tersebut sejalan dengan perubahan posisi sejumlah negara Eropa lainnya. Beberapa sekutu Eropa Inggris juga mulai mengambil sikap lebih keras terhadap Israel.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....