Presiden Iran Serukan Akhiri Perang dengan AS
- 22 Agt 2026 15:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan penghentian perang dengan Amerika Serikat yang telah berlangsung berbulan-bulan.
- Pezeshkian menyatakan Iran berada dalam posisi kuat untuk mengakhiri konflik tersebut.
- Iran menuduh Amerika Serikat menyerang sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur sipil Iran.
RRI.CO.ID, Teheran — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan diakhirinya perang yang telah berlangsung berbulan-bulan dengan Amerika Serikat. Seperti dilansir dari Al Jazeera, Pezeshkian mengatakan, Iran kini berada dalam posisi kuat untuk mengakhiri konflik tersebut,
Pezeshkian menyampaikan pernyataan itu dalam pertemuan dengan para dokter pada Jumat, 21 Agustus 2026. Ia juga menuduh AS menyerang sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur Iran.
Menurutnya, serangan tersebut dilakukan dengan melanggar berbagai aturan internasional. Pezeshkian juga membela nota kesepahaman yang sebelumnya disepakati Iran dan Washington.
Kesepakatan tersebut mendapat kritik dari kelompok garis keras di parlemen Iran yang menuduh pemerintah memberikan terlalu banyak konsesi kepada AS. Pezeshkian membantah tuduhan tersebut dan mengatakan tidak ada klausul yang menunjukkan Iran menyerah.
Ia menegaskan seluruh komitmen dalam kesepakatan justru dibebankan kepada pihak lain. Namun, setelah nota kesepahaman tersebut berakhir, Iran tetap menunjukkan kesiapan militernya.
Sementara itu, Kepala staf angkatan bersenjata Iran Ali Abdollahi memperingatkan, Iran siap menghadapi ancaman baru. Ia mengatakan, pasukan Iran siap merespons ancaman melalui darat, laut, udara, pertahanan udara, dan ruang siber.
Iran juga memperingatkan akan memberikan respons yang menghancurkan terhadap serangan musuh. Di tengah kebuntuan diplomatik, Oman dan Iran membahas kemungkinan melanjutkan dialog melalui sambungan telepon.
Kedua negara juga membicarakan perkembangan pelayaran di Selat Hormuz. Iran masih menutup sebagian jalur penting tersebut bagi pelayaran, sementara Amerika Serikat mempertahankan blokade tandingan menggunakan kekuatan angkatan lautnya.
Presiden AS Donald Trump mengatakan, AS memiliki kendali penuh atas kawasan yang berkaitan dengan Selat Hormuz. Trump menilai Iran menginginkan kesepakatan, tetapi belum siap menerima kesepakatan yang dianggap tepat oleh Washington.
Trump memperingatkan konsekuensi ekonomi terhadap negara yang memberikan bantuan kepada Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, Washington akan meningkatkan tekanan ekonomi untuk meruntuhkan pemerintahan Iran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....