Pembukaan Selat Hormuz dan Perundingan AS-Iran Jadi Fokus Upaya Regional
- 20 Agt 2026 14:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Qatar melakukan upaya regional untuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai prioritas diplomatik utama.
- Negara Timur Tengah ini juga berfokus pada penghidupan kembali Memorandum of Understanding (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran.
- Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al Ansari melaporkan peningkatan eskalasi termasuk pelanggaran gencatan senjata dan ketegangan yang meningkat di Selat Hormuz.
RRI.CO.ID, Doha — Pemerintah Qatar menyatakan upaya-upaya regional yang dilakukan di kawasan Timur Tengah saat ini terfokus pada dua hal. Yaitu membuka kembali Selat Hormuz serta membawa lagi Amerika Serikat (AS) dan Iran kepada kesepakatan bersama.
Demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, seperti dilansir Xinhua, Rabu 19 Agustus 2026. Menurut dia, eskalasi ketegangan di Selat Hormuz daan pelanggaran gencatan senjata harus diselesaikan dengan kembali pada kesepakatan awal.
Ansari menambahkan Pemerintah Qatar saat ini menunggu kesepakatan antara Oman dan Iran terkait Selat Hormuz. Menurut dia, hal dapat membantu membuka jalan untuk memulai kembali perundingan antara Washington dan Teheran.
“Satu-satunya cara untuk bergerak maju adalah melalui gencatan senjata dan pembukaan Selat Hormuz,” ujarnya. “Ini akan membawa kembali jalur pelayaran yang normal dan bebas,” ujarnya.
Iran dan Oman telah melakukan pembicaraan selama beberapa bulan terakhir mengenai pengaturan navigasi di Selat Hormuz. Dialog difokuskan pada penentuan jalur pelayaran yang dapat digunakan kapal untuk melintasi jalur perairan strategis tersebut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan kedua negara telah peta rute baru untuk lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Menurut dia, hal itu akan difinalisasi dalam sebuah paket yang mencakup peta rute pelayaran dan pernyataan bersama.
Baghaei mengakui proses penyelesaian kesepakatan tersebut berlangsung lama karena kompleksitas masalah yang dibahas. Selain itu, lanjut dia, ada sejumlah pihak yang berupaya memengaruhi proses tersebut
“Mereka berniat menggagalkan kesepakatan antara kami dan Oman,” ujarnya. Namun, menurut Baghaei, meski prosesnya berjalan lambat, Teheran dan Muscat tetap melanjutkan perundingan dengan serius.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....