Biarawati Indonesia Ambil Bagian sebagai Paskibra di KBRI Takhta Suci

  • 19 Agt 2026 20:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sepuluh biarawati Indonesia yang tengah bertugas dan melayani di Italia ini dipercaya menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).
  • Penunjukan kaum religius sebagai anggota Paskibra ini selaras dengan akreditasi khusus KBRI Takhta Suci yang melayani rohaniwan dan rohaniwati di Vatikan dan Italia.
  • Selain pengibaran bendera, upacara tersebut juga diisi dengan doa bersama dan mengheningkan cipta khusus bagi para korban bencana gempa di Nusa Tenggara Timur.

RRI.CO.ID, Roma - Momen unik dan penuh keharuan mewarnai pengibaran bendera merah putih di KBRI Takhta Suci (Vatikan) pada Senin, 17 Agustus 2026. Sepuluh biarawati Indonesia yang tengah bertugas dan melayani di Italia ini dipercaya menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).

Penunjukan kaum religius sebagai anggota Paskibra ini selaras dengan akreditasi khusus KBRI Takhta Suci yang melayani rohaniwan dan rohaniwati di Vatikan dan Italia. Pada tahun ini, seluruh anggota Paskibra berasal dari Kongregasi Suster Katekis Hati Kudus dan berdarah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mereka berlatih secara intensif selama dua minggu di bawah bimbingan Atase Pertahanan RI di Roma, Kolonel Laut (P) Profidol Andre Mantiri Dotulung. Komandan Paskibra, Suster Maria Josephine, mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan.

“Saya tidak pernah menyangka seorang suster bisa bertugas menjadi Pasukan Pengibar Bendera. Sejak tiba di Italia pada 2020, saya baru mengetahui bahwa kongregasi kami dipercaya oleh KBRI Vatikan untuk menjadi Paskibra, ini pengalaman yang sangat luar biasa,” ujar Suster Maria Josephine dikutip Rabu, 19 Agustus dari laman Kemlu RI.

Selain pengibaran bendera, upacara tersebut juga diisi dengan doa bersama dan mengheningkan cipta khusus bagi para korban bencana gempa di Nusa Tenggara Timur. Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, memimpin langsung doa solidaritas tersebut.

“Momen ini terasa membekas. Mengingat hampir 80 persen WNI terdaftar di KBRI Takhta Suci berasal dari Provinsi NTT,” ujar Dubes Michael.

Sementara, guna membantu meringankan beban para korban di tanah air, KBRI Takhta Suci juga menggelar penggalangan dana yang disalurkan melalui Caritas Indonesia. Penggalangan dana ini bekerja sama dengan Ikatan Rohaniwan dan Rohaniwati Indonesia di Kota Keabadian (IRRIKA).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....