Trump Tegaskan Tidak Ada Pembicaraan dengan Iran, Ketegangan Berlanjut
- 19 Agt 2026 16:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden AS, Donald Trump, menegaskan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung maupun dijadwalkan dengan Iran pada saat ini.
RRI.CO.ID, Washington — Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menegaskan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung maupun telah dijadwalkan dengan Iran. Namun, pria berusia 80 tahun itu meyatakan Selat Hormuz terbuka bagi lalu lintas laut.
Menurut dia, blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran masih berlaku penuh. “Lalu lintas laut lainnya tetap bebas melintasi Selat Hormuz,” ujarnya dikutip Al Jazeera, Rabu, 19 Agustus 2026.
Trump juga mengunggah peta yang menggambarkan Selat Hormuz sebagai wilayah yang berada di bawah kekuasaan Washington. Pernyataan tersebut menjadi perubahan sikap terbarunya terkait komunikasi dengan Teheran.
Sehari sebelumnya, Trump mengklaim AS memiliki komunikasi melalui jalur belakang dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC. Namun, pihak Teheran dengan cepat membantah klaim pemimpin AS tersebut.
Pernyataan terbaru Trump muncul ketika Iran dan Oman terus membahas pengelolaan Selat Hormuz. Kedua negara itu berbatasan langsung dengan jalur perairan strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan energi dunia.
Trump sebelumnya menuntut Iran menyerah dan mengancam Oman jika negara tersebut ikut campur dalam persoalan Selat Hormuz. Dia juga menegaskan semua ranjau laut di selat tersebut telah disingkirkan atau diledakkan.
Di sisi lain, Iran kembali menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai AS memenuhi ketentuan dalam nota kesepahaman. Kesepakatan tersebut dibuat dengan tujuan mengakhiri permusuhan yang dimulai pada Maret 2026.
Sementara itu, para mediator terus berusaha menghidupkan kembali perundingan antara AS dan Iran. Pemerintah Qatar mengatakan para mediator masih menunggu kesepakatan Iran-Oman sebelum mendorong Washington dan Teheran untuk kembali melakukan pembicaraan.
Seorang pejabat AS mengatakan pembicaraan positif dengan Iran masih berlangsung. Namun, menurut dia, Trump telah memutuskan untuk menunggu sampai Teheran siap mencapai kesepakatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....