PBB Serukan Perlindungan Warga Sipil di Wilayah Palestina
- 19 Agt 2026 14:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PBB menyerukan perlindungan mendesak terhadap warga sipil Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang menghadapi pembatasan dan kekerasan berkelanjutan.
- PBB menuntut jaminan akses terhadap layanan penting bagi masyarakat Palestina dan perlindungan rumah serta properti warga dari perusakan.
- Situasi kemanusiaan di wilayah Palestina terus menjadi pusat perhatian internasional dengan kekerasan yang berkelanjutan di Tepi Barat dan dampak serangan Israel terhadap Jalur Gaza.
RRI.CO.ID, Jenewa — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan perlindungan terhadap warga sipil di wilayah Palestina di tengah pembatasan dan kekerasan yang terus berlangsung. PBB juga meminta rumah dan properti warga tetap dilindungi serta akses terhadap layanan penting dijamin.
Seruan tersebut disampaikan ketika situasi di Tepi Barat dan Jalur Gaza masih menjadi perhatian internasional. Kekerasan terus berlangsung di Tepi Barat, sementara serangan Israel terhadap Jalur Gaza masih berdampak terhadap masyarakat Palestina.
Juru bicara PBB Stéphane Dujarric mengatakan tim PBB berhasil menjangkau keluarga-keluarga Palestina di desa Qusra, bagian utara Tepi Barat. Tim tersebut dapat mencapai wilayah itu setelah sebelumnya diberlakukan pembatasan ketat terhadap pergerakan dan akses.
Melansir dari kantor berita WAFA, Rabu, 19 Agustus 2026, PBB menilai pembatasan tersebut semakin menyulitkan kehidupan warga Palestina. Kondisi tersebut juga menjadi salah satu tantangan dalam upaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.
Mitra-mitra PBB turut menyampaikan keprihatinan atas dampak serangan Israel yang terus berlangsung terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Mereka memperingatkan bahwa kondisi tersebut dapat semakin menyulitkan persiapan menghadapi musim dingin.
Persiapan menghadapi musim dingin juga terhambat oleh kekurangan dana untuk bantuan kemanusiaan. Selain itu, pembatasan masuknya pasokan untuk kebutuhan tempat tinggal turut menghambat upaya membantu masyarakat yang membutuhkan.
PBB mengatakan kebutuhan kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat masih sangat besar. Namun, pendanaan untuk memenuhi kebutuhan tersebut masih jauh dari mencukupi.
Hingga kini, kurang dari 40 persen dana yang dibutuhkan untuk respons kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat telah berhasil dihimpun. Kekurangan pendanaan tersebut dapat membatasi kemampuan lembaga kemanusiaan dalam memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Ramses Alakbarov, Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, menyoroti perkembangan tersebut. Ia mengatakan kondisi terbaru menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk melindungi warga sipil.
Alakbarov juga menekankan pentingnya mempertahankan rumah dan properti warga Palestina. Ia menyerukan agar akses terhadap layanan penting tetap tersedia bagi masyarakat.
PBB menilai perlindungan warga sipil harus menjadi prioritas di tengah situasi yang terus memburuk. PBB juga kembali menekankan pentingnya bantuan kemanusiaan dan akses terhadap layanan dasar bagi warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....