Iran Nyatakan MoU Perdamaian Batal usai Serangan Baru AS

  • 16 Jul 2026 15:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran menilai serangkaian serangan terbaru Amerika Serikat telah menggagalkan Nota Kesepahaman yang menjadi dasar gencatan senjata.
  • Amerika Serikat mengklaim serangan menargetkan fasilitas militer Iran di sekitar Selat Hormuz untuk melemahkan ancaman terhadap pelayaran komersial.
  • Iran menyatakan tidak berencana melanjutkan perundingan dengan Washington selama AS tidak memenuhi komitmen sebelumnya.

RRI.CO.ID, Teheran — Iran menyatakan kesepakatan perdamaian dengan Amerika Serikat telah batal setelah serangkaian serangan baru yang dilancarkan Washington. Pernyataan tersebut muncul setelah Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan terhadap Iran pada Rabu, 15 Juli 2026 malam.

Negosiator utama Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan angkatan bersenjata Iran berkebebasan penuh merespons apa yang disebutnya sebagai agresi musuh. Ia mengatakan Iran kini berada dalam perang penting dan eksistensial melawan Amerika Serikat, dilansir dari Al Jazeera.

Serangan terbaru tersebut menjadi bagian dari meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran dalam beberapa hari terakhir. Situasi tersebut dinilai telah menggagalkan kesepakatan perdamaian sementara yang disepakati kedua negara pada 17 Juni.

Amerika Serikat menyatakan serangan dilakukan terhadap sejumlah sasaran militer Iran di wilayah pesisir dekat Selat Hormuz. Menurut CENTCOM, serangan tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Sementara itu, militer Iran melaporkan salah satu serangan AS menghantam barak militer di Bampour, Iran Tenggara. Iran menyatakan akan memberikan respons tegas terhadap serangan tersebut.

Media Iran juga melaporkan ledakan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Bandar Abbas, Chabahar, Ahvaz, Sirik, Konarak, Rask, dan Pulau Qeshm. Kementerian Kesehatan Iran menyebut sedikitnya 35 orang meninggal dan lebih dari 300 lainnya terluka akibat serangkaian serangan Amerika Serikat.

Washington juga kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan mengklaim telah mengalihkan sejumlah kapal komersial. Teheran menyatakan serangan berulang Amerika Serikat telah membatalkan Nota Kesepahaman yang menjadi dasar gencatan senjata sebelumnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan komitmen Iran hanya berlaku selama pihak lain memenuhi kewajibannya. Iran menegaskan tidak memiliki rencana untuk melanjutkan pembicaraan dengan Washington dan saat ini berfokus pada pertahanan negara.

Namun, Teheran menyatakan tetap membuka peluang diplomasi apabila Amerika Serikat kembali mematuhi kesepakatan sebelumnya. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan serangan terhadap Iran akan meningkat apabila Teheran tidak kembali ke meja perundingan.

Sebelumnya, Trump juga mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran. Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan dialog dengan Iran masih diperlukan untuk mencapai solusi.

Sementara itu, Iran menegaskan tetap menggabungkan upaya diplomasi dan kesiapan militer demi mempertahankan kepentingan nasional. Eskalasi terbaru antara Amerika Serikat dan Iran semakin memperburuk ketidakpastian terhadap keberlanjutan gencatan senjata dan peluang tercapainya kesepakatan damai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....