Iran Ancam Tutup Jalur Pelayaran Strategis Selain Hormuz

  • 16 Jul 2026 13:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran mengancam menutup lebih banyak koridor ekspor energi, termasuk Selat Bab el-Mandeb, setelah sebelumnya menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap tekanan Amerika Serikat.
  • Houthi menyatakan siap menutup Selat Bab el-Mandeb jika Arab Saudi terus menyerang Yaman. Langkah tersebut berpotensi mengganggu perdagangan dunia dan mendorong harga minyak hingga 200 dolar AS per barel.
  • Amerika Serikat melancarkan serangan baru ke Iran, sementara IRGC mengklaim membalas dengan menyerang fasilitas militer AS di kawasan. Situasi ini terjadi meski kedua negara sebelumnya telah menyepakati kerangka perdamaian pada Juni.

RRI.CO.ID, Teheran — Iran mengancam akan menutup lebih banyak jalur pelayaran strategis sebagai respons terhadap meningkatnya tekanan Amerika Serikat. Ancaman itu disampaikan setelah Teheran menutup Selat Hormuz dan menyebut Selat Bab el-Mandeb sebagai jalur lain yang dapat ditutup.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan akan menutup seluruh koridor ekspor yang menguntungkan Amerika Serikat dan sekutunya. Menurut IRGC, ekspor energi di kawasan harus dinikmati secara bersama atau tidak dapat dimanfaatkan oleh siapa pun.

Para analis menilai Iran dapat memanfaatkan kelompok Houthi di Yaman untuk menutup Selat Bab el-Mandeb. Jalur tersebut menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden, dilansir dari France24 dan Reuters, Kamis, 16 Juli 2026.

Selat Bab el-Mandeb merupakan salah satu rute utama ekspor minyak Arab Saudi sekaligus jalur perdagangan global. Seorang pejabat senior Houthi sebelumnya memperingatkan kelompoknya siap menutup jalur tersebut apabila Arab Saudi terus melancarkan serangan ke Yaman.

Ia menyebut langkah itu berpotensi mendorong harga minyak dunia melonjak hingga 200 dolar AS (Rp3,5 juta) per barel. Houthi kemudian meluncurkan rudal ke Arab Saudi, mengakhiri gencatan senjata yang telah berlangsung selama empat tahun.

Di sisi lain, militer Amerika Serikat melancarkan gelombang baru serangan terhadap sasaran di Iran. Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut menargetkan kemampuan militer Iran.

Menurut CENTCOM, sasaran itu dinilai berkaitan dengan ancaman terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Washington juga menuduh Iran menyerang tujuh kapal dagang dalam sepekan terakhir.

IRGC menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga apa yang mereka sebut sebagai "berakhirnya kejahatan Amerika". IRGC juga mengklaim telah menyerang sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai balasan.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat meski kedua negara sebelumnya telah menyepakati kerangka perdamaian pada Juni. Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengancam akan menyerang infrastruktur energi Iran apabila Teheran tidak kembali ke meja perundingan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....