Indonesia-Tiongkok akan Bentuk Dialog Strategis Komprehensif
- 22 Apr 2025 20:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Beijing: Indonesia dan Tiongkok akan membentuk Comprehensive Strategic Dialogue atau Dialog Strategis Komprehensif (CSD). Yaitu, ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman pembentukannya, sebagai salah satu hasil Dialog 2+2 pertama Indonesia dan Tiongkok, Senin (21/4/2025) di Beijing, Tiongkok.
Penandatanganan nota kesepahaman pembentukan CSD dilakukan Menlu RI, Sugiono dan Menlu Tiongkok, Wang Yi. Pembentukan CSD disebut sebagai mekanisme bilateral yang lebih komprehensif.
“Dengan CSD, kita bangun mekanisme bilateral yang lebih komprehensif dan lebih fokus dalam menjawab tantangan dan peluang kerja sama bilateral. Dengan fokus pada lima pilar kerja sama, yaitu ekonomi, hubungan antar masyarakat, maritim, politik, dan keamanan,” kata Menlu RI dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan.
Di sektor maritim, Indonesia dan Tiongkok sepakat untuk meningkatkan kerja sama, termasuk, dengan memperkuat koordinasi antara Bakamla dan China Coast Guard. “Kerja sama maritim harus memberi dampak nyata bagi rakyat dan berkontribusi bagi keamanan maritim kawasan,” ucap Menlu Sugiono menegaskan.
Selain, di dalam pertemuan 2+2, Indonesia dan Tiongkok sepakat meningkatkan kerja sama penegakan hukum, termasuk bantuan hukum timbal balik, pertukaran intelijen. Serta, koordinasi operasi dalam menanggulangi kejahatan transnasional, kejahatan siber, dan ekstremisme.
Sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan strategis, kedua negara juga sepakat membentuk mekanisme konsultasi bilateral baru. Yaitu, di bidang perlucutan senjata, nonproliferasi, dan pengendalian senjata.
Sementara, Menlu Sugiono juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Wang Yi. Di mana pertemuan bilateral lebih membahas berbagai tindak lanjut kerja sama ekonomi pembangunan dan kerja sama kesehatan.
“Saya mendorong agar kerja sama ekonomi Indonesia dan Tiongkok tidak hanya fokus pada angka. Tetapi juga, mencakup pengembangan kapasitas, transfer teknologi, dan aspek keberlanjutan,” katanya.

Delegasi Indonesia dan Tiongkok pada Dialog 2+2 (pertemuan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan) pertama yang digelar di Beijing, Tiongkok, Senin (21/4/2025) (Foto:Kemlu RI)
Adapun kunjungan kerja Menlu RI ke Tiongkok sekaligus memperingati 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Salah satu agenda utama Menlu Sugiono di Beijing adalah melakukan pertemuan 2+2 bersama-sama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dengan Menlu RRT Wang Yi dan Menhan RRT Dong Jun.
Serta, Menlu Sugiono resmi membuka resepsi diplomatik peringatan 75 tahun hubungan Indonesia-Tiongkok yang diselenggarakan KBRI Beijing bersama Bank Indonesia Beijing. Pada acara tersebut, telah diluncurkan desain prangko dan amplop edisi khusus 75 tahun Indonesia-Tiongkok.
Memanfaatkan momentum ini, Menlu Sugiono juga mengumumkan finalisasi proses pembukaan Konsulat Jenderal RI di Chengdu pada tahun 2025. Yaitu, ebagai bagian dari upaya memperkuat misi diplomasi dan pelayanan bagi WNI di Tiongkok bagian barat daya.
RRT merupakan mitra dagang terbesar Indonesia sekaligus salah satu investor utama dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok telah terjalin sejak 13 April 1950, dan saat ini berada pada level kemitraan strategis komprehensif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....