Dorong Inovasi dan Pertumbuhan Bilateral, Estonia - Indonesia Tekan MoU

  • 22 Apr 2025 18:17 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta : Kamar Dagang dan Industri Estonia (Kaubandus-Tööstuskoda/KTK) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Di bidang siber (IT), makanan dan minuman serta pariwisata. Kerjasama bertujuan untuk mendorong perdagangan, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi teknologi.

MoU ini mencakup beberapa tujuan utama, yaitu peningkatan promosi bisnis dan fasilitasi perdagangan; pertukaran informasi ekonomi dan intelijen pasar; delegasi bisnis bersama, pameran, dan kegiatan jejaring; pedoman Investasi dan dukungan regulasi; serta pencocokan mitra usaha antara Perusahaan Estonia dan Indonesia.

Meski hubungan ekonomi Estonia–Indonesia masih dalam tahap awal, kesepakatan ini menunjukkan langkah strategis untuk memperdalam kolaborasi dan mempercepat pertumbuhan perdagangan serta investasi bilateral. Hal ini dilandasi oleh keinginan kuat kedua negara untuk mempererat hubungan bisnis dan menunjukkan antusiasme yang semakin besar untuk menjelajahi peluang pasar baru.

Delegasi Estonia dipimpin oleh Margus Tsahkna, Menteri Luar Negeri Estonia, didampingi oleh H.E. Priit Turk, Duta Besar Estonia untuk Indonesia, Singapura, dan ASEAN, Wakil Ketua Dewan Kamar Dagang dan Industri Estonia Oliver Väärtnõu, Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia, Bernardino Moningka Vega dan Ketua Perwakilan Kadin untuk Negara Baltic, Adriana Sri Lestari.

Beberapa tokoh penting dari delegasi bisnis Estonia yang akan hadir antara lain Oliver Väärtnõu, CEO Cybernetica; Carlo Lustrissimi, Co-founder & CEO 5.0 ROBOTICS; Vallo Visnapuu, Export Sales Manager Dipperfox; Lauri Ottis, Export Business Development Director di AS A. Le Coq; Lehari Kaustel, CEO Miltton CIO World; dan Heldur Allese, Chairman Fiesta Reisid OÜ yang juga menjabat sebagai Konsul Kehormatan Indonesia untuk Estonia.

Bernardino Moningka Vega Jr, Vice Chairman of Kadin Indonesia mengatakan, delegasi bisnis ini mewakili beragam sektor, mulai dari teknologi informasi dan komunikasi (TIK), otomasi industri, kehutanan dan pertanian, teknologi industri makanan dan minuman, hingga layanan perjalanan.

“Dalam MoU ini ada beberapa fitur yang kami merasa sangat berpotensi untuk dilakukan kerjasama, yaitu bidang digitalisasi, F&B dan sektor pariwsiata. Delegasi Estonia yang datang disertai beberapa pengusaha yang ingin kolaborasi. Kita juga di undang ke Estonia untuk menjalin kerjasama yang lebih dalam lagi di sektor yang saya sebut tadi,” ujar Bernardino Moningka Vega Jr usai penandatangan MoU, Jakarta, Selasa (22/04/2025).

Bernardino menyampaikan, disamping melihat pasar yang potensial, Kadin juga harus mulai mengembangkan pasar baru. Meski jarang didengar, Estonia bisa menjadi salah satu negara potensial untuk dilakukan kerjasama di berbagai sektor.

“Kalau kita melihat beberapa sektor, terutama di sektor IT mereka punya cyber security sangat canggih dan kita cari kolaborasi. Sejumlah perusahaan di Indonesia ingin memanfaatkan teknologi ini dari Estonia ada di ruangan ini yang juga akan dibahas kemungkinan kerjasamanya,” kata Bernardino.

Margus Tsahkna, Menteri Luar Negeri Estonia menjelaskan, dengan keunggulan teknologi yang dimiliki khususnya di sektor digitalisasi, Indonesia dan Estonia ingin mengembangkan kolaborasi di industry tech digital bersama Indonesia.

“Mudah-mudahan kolaborasi ini dapat terus berjalan mengingat digitalisasi adalah salah satu sektor yang akan berkembang terus dan Indonesia memiliki potensi yang membutuhkan teknologi untuk dijalankan,” ucap Margus Tsahkna.

Ketua Perwakilan Kadin untuk Negara Baltic, Adriana Sri Lestari mengatakan, meski negara kecil dengan 1,3 juta penduduk, Estonia memiliki keunggulan di bidang cyber security. Dengan MoU ini, terbuka kesempatan bagi delegasi kedua negara untuk sama-sama belajar.

Adriana menambahkan, ada 6 delegasi Estonia yang turut hadir dalam penandatanganan MoU. Tidak hanya di bidang teknologi, sebelumnya kerjasama di sektor pendidikan dan budaya juga sudah terjalin.

“Meski negara kecil tetapi mereka sangat cerdas dan memiliki keunggulan di bidang cyber security. Kerjasama yang sudah terjalin sebelumnya juga diantaranya pertukaran dosen, pertukaran mahasiswa dan dalam waktu dekat dengan LPDP semoga anak-anak bisa belajar ke Estonia,”

Tidak hanya sektor digitalisasi, hal lain yang diharapkan dari forum ini antara lain beasiswa dan program peningkatan kapasitas yang sejalan dengan target digitalisasi ASEAN. Forum ini juga diprediksi akan memengaruhi arah kebijakan ekonomi dan perdagangan bilateral ke depan.

MoU ini juga menekankan prinsip saling percaya dan tanggung jawab bersama. Semua tindak lanjut akan dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama, dengan komitmen untuk berdiskusi dan menyelesaikan setiap permasalahan secara kolektif. Hal ini menjamin adanya kerja sama berkelanjutan pasca forum berlangsung. Dengan semangat pertumbuhan bersama lewat inovasi, pertukaran pengetahuan, dan pembangunan berkelanjutan, Forum Bisnis CEO Estonia–Indonesia menjadi langkah penting untuk mewujudkan kerja sama nyata yang membawa manfaat jangka panjang bagi kedua negara di berbagai sektor.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....