Korban Penipuan di Singapura Meningkat Tiap Tahun
- 27 Feb 2025 13:28 WIB
- Batam
KBRN, Batam: Pada tahun 2024, korban penipuan di singapura mengalami kerugian sebesar $1,1 miliar, angka tertinggi yang tercatat dalam setahun. Kerugian ini meningkat sekitar 70% dibandingkan dengan kerugian sebesar $651,8 juta pada tahun 2023. Sejak 2019, total kerugian akibat penipuan di singapura telah mencapai lebih dari $3,4 miliar. Selain itu, pada tahun 2024, polisi mencatat 51.501 kasus penipuan, yang lebih banyak dibandingkan dengan 46.563 kasus pada tahun sebelumnya.
Sebagian besar kasus penipuan pada tahun 2024 melibatkan kerugian kurang dari $5.000 per kasus, dengan kerugian rata-rata sekitar $1.300. Jenis penipuan yang paling umum adalah penipuan e-commerce, dengan lebih dari 11.000 kasus, termasuk penipuan tiket konser yang menyebabkan kerugian lebih dari $17 juta. Penipuan pekerjaan juga masih menjadi masalah besar, meski jumlah kasusnya menurun, dengan lebih dari 9.000 kasus yang menyebabkan kerugian mencapai $156,2 juta.
Penipuan phishing menjadi salah satu yang paling merugikan pada tahun 2024, dengan kerugian sebesar $59,4 juta, meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Data juga menunjukkan bahwa korban penipuan kebanyakan berusia di bawah 50 tahun, dengan orang dewasa muda lebih sering terjerat penipuan e-commerce, sementara kelompok usia 50 hingga 64 tahun dan lansia lebih sering menjadi korban phishing.
Kerugian dari mata uang kripto juga meningkat signifikan pada tahun 2024, mencapai 24,3% dari total kerugian penipuan, dibandingkan dengan 6,8% pada tahun 2023. Beberapa kasus besar menyebabkan kerugian sangat tinggi, termasuk penipuan yang melibatkan email bisnis yang merugikan sebuah perusahaan sebesar $57,2 juta. Untuk melawan peningkatan penipuan, singapura mengesahkan ruu perlindungan dari penipuan pada januari 2025, yang memungkinkan polisi membatasi transaksi yang mencurigakan dan memberi lebih banyak waktu untuk mencegah kerugian
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....