Prajurit TNI AU Meninggal Diduga Dianiaya Senior, Legislator Minta Tindakan Tegas

  • 12 Sep 2026 07:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyoroti kasus meninggalnya anggota TNI Angkatan Udara, Serda Ahmad Muzammil Farisa. Ahmad diduga mengalami penganiayaan oleh empat anggota TNI AU lainnya di Mess Psikologi Galaksi, Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

TB Hasanuddin menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut dan menilai segala bentuk kekerasan yang berkaitan dengan senioritas di lingkungan TNI harus dihentikan. “Tradisi buruk berupa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh senior, komandan, atasan maupun senior atasan di lingkungan TNI harus segera dihilangkan,” kata TB Hasanuddin, Sabtu, 12 September 2026.

Menurutnya, prajurit TNI dipersiapkan untuk menjalankan tugas pertahanan dan menghadapi berbagai situasi di medan tugas. Karena itu, selain kemampuan menjalankan komando dan perintah, prajurit membutuhkan kerja sama dan kekompakan yang kuat.

“Sebagai prajurit, seseorang dipersiapkan untuk bertempur. Karena itu, yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan menjalankan komando dan perintah, tetapi juga kerja sama yang baik antarprajurit,” ujarnya.

TB Hasanuddin menekankan pentingnya membangun hubungan yang sehat dan saling menghargai di antara prajurit. Menurut dia, suasana yang penuh ketegangan dapat berpotensi memicu tindakan kekerasan yang berujung pada kejadian fatal.

“Di lapangan diperlukan keakraban dan hubungan yang baik satu sama lain, bukan ketegangan yang justru dapat memicu tindakan kekerasan, seperti pemukulan hingga menyebabkan kematian,” katanya. Ia juga meminta para komandan di setiap tingkatan, mulai dari komandan peleton hingga komandan kompi, untuk memahami kondisi dan kehidupan prajurit yang berada di bawah tanggung jawabnya.

“Para komandan, baik komandan peleton maupun komandan kompi, harus memperhatikan dan memahami kehidupan prajurit di lapangan. Hubungan antara komandan dan bawahan harus dibangun dengan baik sehingga tercipta lingkungan yang sehat dan saling menghargai,” katanya.

Ia meminta proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan transparan untuk mengungkap penyebab serta rangkaian peristiwa yang sebenarnya terjadi. Menurutnya, langkah tersebut penting agar kasus serupa tidak kembali terjadi dan setiap tindakan yang terbukti melanggar aturan dapat dipertanggungjawabkan.

“TNI AU perlu melakukan penyelidikan secara mendalam untuk mengetahui secara jelas apa yang sebenarnya terjadi,” katanya. TB Hasanuddin juga meminta agar apabila dalam penyelidikan ditemukan adanya unsur pelanggaran atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh personel TNI, maka pelakunya diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pelaku harus ditindak tegas dan dihukum seberat-beratnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar memberikan efek jera kepada yang lain,” katanya. Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana mengatakan peristiwa itu tengah ditangani oleh Pusat Polisi Militer Angkatan Udara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....