Legislator Dorong Skema Insentif Pemerintah untuk Pelaku Ekraf
- 01 Sep 2026 14:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi VII DPR RI, Tifatul Sembiring, mendukung tambahan anggaran Rp1,7 triliun untuk Kemenekraf.
- Pemerintah juga diminta hadir lewat skema insentif bagi pelaku ekraf.
- Komisi VII DPR RI mendorong penyusunan roadmap ekraf dengan target ekspor dan investasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR Tifatul Sembiring mendukung usulan tambahan anggaran Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) sebesar Rp1,7 triliun untuk 2027. Namun, ia meminta pemerintah memperjelas skema insentif bagi pelaku ekonomi kreatif di berbagai subsektor.
Tifatul menilai pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan dukungan permodalan dan kehadiran nyata pemerintah. Skema insentif tersebut diharapkan dapat membantu subsektor film, gim, aplikasi, fesyen, kuliner, hingga kriya.
Ia juga menyoroti sejumlah kendala yang dihadapi pelaku industri film dan ekonomi kreatif. Persoalan tersebut antara lain proses produksi, keterbatasan layar tayang, pemasaran, persaingan dengan produk impor, hingga dugaan monopoli.
Menurut Tifatul, kondisi tersebut membuat pelaku film dan ekonomi kreatif seolah berjuang sendiri menghadapi tantangan pasar. Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif dinilai perlu hadir memberikan dukungan yang lebih konkret.
“Kesimpulan kami, para pelaku film dan ekraf ini seperti bertarung sendiri. Mereka yang produksi, mereka juga yang menderita menghadapi tantangan pasar dan persaingan impor, " ucap Legislator Dapil Sumatera Utara I tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty meminta Kementerian Ekraf segera menyusun roadmap terpadu. Roadmap tersebut diperlukan agar program Desa Kreatif, Kreatif Hub, dan Kreatif by Indonesia menjadi bagian prioritas nasional dengan target terukur.
Target tersebut mencakup jumlah daerah dan pelaku ekraf yang difasilitasi, peningkatan omzet, ekspor, investasi, hingga penyerapan tenaga kerja. Evita juga meminta Kemenekraf menyiapkan pipeline konkret yang memuat proyek, calon investor, dan pasar ekspor.
Ia menilai target ekonomi kreatif 2027 cukup tinggi, dengan investasi diproyeksikan mencapai Rp205 hingga Rp211 triliun dan ekspor USD37 hingga USD38 miliar. Di sisi lain, Kemenekraf mengusulkan tambahan anggaran Rp1,73 triliun untuk mendukung program strategis dan pencapaian target tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....