Legislator Dorong Masyarakat Perkuat Keamanan Digital

  • 22 Agt 2026 14:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin mendorong masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman keamanan di ruang digital. Mulai dari malware, phishing, hingga teknologi deepfake yang semakin berkembang dan berpotensi dimanfaatkan untuk melakukan penipuan.

Hal tersebut disampaikan Nurul Arifin dalam kegiatan Sosialisasi Merajut Nusantara bertema “Aman Bermedia Digital”. Acara digelar oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Komisi I DPR RI, Rabu (22/7/2026), di Digi Studio, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Nurul mengatakan, internet saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Hampir seluruh aktivitas digital meninggalkan jejak, sehingga kesadaran menjaga keamanan dan privasi menjadi hal yang semakin penting.

Ia menyebut jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 235,26 juta orang. Besarnya jumlah pengguna tersebut, menurutnya, juga diikuti dengan semakin luasnya potensi ancaman siber.

Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, tercatat 3,64 miliar anomali serangan siber pada Januari-Juli 2025 dan 1,52 miliar deteksi serangan siber pada 1 Januari-15 April 2026. “Masyarakat perlu memahami bahwa ancaman di ruang digital dapat hadir dalam berbagai bentuk dan menyasar siapa saja," katanya.

Nurul menjelaskan, salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah malware, yang dapat digunakan untuk mencuri data maupun merusak perangkat. Modusnya antara lain melalui tautan APK, pesan kurir, hingga undangan palsu.

Selain itu, masyarakat juga perlu mewaspadai deepfake, yakni teknologi yang dapat memanipulasi wajah maupun suara dengan bantuan kecerdasan buatan. Teknologi tersebut berpotensi digunakan untuk penipuan, termasuk modus telepon darurat yang mengatasnamakan anggota keluarga.

Sementara phishing dilakukan dengan menyamar sebagai pihak terpercaya, seperti bank atau lembaga resmi, untuk mendapatkan data pribadi korban. Nurul juga mengingatkan masyarakat terhadap persoalan lain di ruang digital, seperti judi online, pornografi digital, cyberbullying, dan penggunaan game online secara berlebihan.

Menurutnya, berbagai persoalan tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga dapat berdampak terhadap kondisi psikologis, kesehatan, perkembangan anak, dan produktivitas masyarakat. Untuk memperkuat keamanan digital, Nurul mendorong masyarakat membangun kebiasaan bermedia digital yang aman.

Di antaranya menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun, mengaktifkan autentikasi dua faktor atau 2FA, tidak sembarangan membuka tautan, serta mengunduh aplikasi hanya dari sumber resmi. Ia menilai peningkatan literasi digital juga penting agar masyarakat mampu mengenali berbagai modus kejahatan siber dan mengambil keputusan secara tepat.

Dari sisi regulasi, Nurul menyebut sejumlah aturan telah disiapkan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat. Antara lain UU ITE Nomor 1 Tahun 2024, UU Perlindungan Data Pribadi Nomor 27 Tahun 2022, serta regulasi terkait perlindungan anak dan PP TUNAS.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan Koredianto Usman, Dosen Fakultas Teknik Elektro Universitas Telkom, dan Budy Sugandi, Ph.D., Direktur Eksekutif Cendekia Madani. Koredianto mengingatkan masyarakat untuk tidak terburu-buru ketika menerima pesan atau informasi mencurigakan.

Ia menekankan pentingnya melakukan check and re-check, termasuk memeriksa alamat situs sebelum memasukkan data pribadi. Sementara itu, Budy Sugandi mengajak masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga memanfaatkan ruang digital untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas.

Ia mendorong masyarakat mengubah kebiasaan “scrolling menjadi growing”, sehingga teknologi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan karya, mengembangkan keterampilan, maupun membuka peluang ekonomi. Melalui Sosialisasi Merajut Nusantara, BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Komisi I DPR RI berharap masyarakat semakin cerdas, aman, kritis, produktif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan ruang digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....