Legislator Apresiasi Gerak Cepat Polri Dorong Swasembada Bawang Putih

  • 20 Agt 2026 05:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Upaya mendukung percepatan swasembada pangan nasional kembali menunjukkan langkah konkret. Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui jajaran kewilayahan menggelar panen raya sekaligus penanaman bawang putih di Sembalun, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (19/8/2026).

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv. Ia menilai Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo responsif dan cepat menangkap keinginan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional, khususnya melalui upaya mewujudkan swasembada bawang putih.

“Saya mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit beserta seluruh jajaran Polda dan Polres yang bergerak cepat merespons cita-cita Presiden mewujudkan swasembada pangan, khususnya bawang putih. Yang menarik dari kegiatan ini bukan hanya luas lahan yang ditanami, tetapi kemampuan Polri menggerakkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan ribuan petani secara serentak di berbagai wilayah,” ujar Rajiv dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 20 Agustus 2026.

Menurut Rajiv, program penanaman serentak menjadi penting karena swasembada pangan membutuhkan perluasan basis produksi. Selain itu, kata ia, peningkatan produktivitas petani, kesinambungan musim tanam, serta dukungan rantai pasok dari hulu hingga hilir.

“Dari Sembalun, kita melihat contoh konkret. Hari ini ada panen dari 105 hektare dengan potensi sekitar 1.050 ton, tetapi pada saat yang sama juga dipersiapkan siklus produksi berikutnya melalui penanaman baru seluas 120 hektare," katanya.

Berdasarkan informasi Divisi Humas Polri, panen di Sembalun tersebut disertai penanaman serentak di 14 wilayah Polda dengan luas mencapai 279,53 hektare. Lahan tersebut berpotensi menghasilkan hampir 2.800 ton bawang putih saat memasuki masa panen.

Program itu juga melibatkan 2.174 petani dari 110 kelompok tani. Menurut Rajiv, keterlibatan petani menjadi salah satu aspek strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Angka 2.174 petani yang terlibat dan potensi panen hampir 2.800 ton bawang putih harus kita lihat sebagai sesuatu yang sangat penting. Tujuan besar ketahanan pangan pada akhirnya bukan sekadar menghasilkan komoditas, tetapi juga memperkuat kapasitas petani sebagai pelaku utama produksi pangan nasional,” ujarnya.

Rajiv juga mendorong agar pengawalan program dilakukan secara konsisten dengan melibatkan lebih banyak petani serta meningkatkan produktivitas. Dengan demikian, program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu motor percepatan pembangunan basis produksi bawang putih nasional yang kuat dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....