Legislator Minta Investigasi Menyeluruh Ledakan Gudang Amunisi di Madiun

  • 17 Jul 2026 14:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn.) TB Hasanuddin meminta TNI Angkatan Darat segera mengirimkan tim investigasi. Tim tersebut diperlukan untuk mengusut penyebab ledakan di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

“Tim investigasi harus memeriksa apakah sistem penyimpanan munisi telah memenuhi seluruh persyaratan dan standar keamanan. Pemeriksaan mencakup kondisi ruangan, pengaturan suhu, penataan munisi di dalam gudang, hingga penerapan prosedur pengamanan,” kata TB Hasanuddin, Jumat, 17 Juli 2026.

Menurutnya, tim investigasi juga perlu memeriksa kondisi dan usia munisi yang disimpan. Pemeriksaan tersebut termasuk memastikan ada atau tidaknya munisi yang telah kedaluwarsa, rusak, atau mengalami penurunan kualitas.

“Seluruh faktor yang memungkinkan terjadinya ledakan harus ditelusuri secara menyeluruh. Baik dari aspek teknis, kondisi fasilitas, kelalaian manusia, maupun kepatuhan terhadap prosedur operasional,” ujarnya.

TB Hasanuddin juga meminta lokasi gudang munisi yang terlalu dekat dengan permukiman masyarakat turut dievaluasi. Apabila tidak lagi memenuhi standar jarak aman, gudang tersebut perlu dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan jauh dari kawasan berpenduduk.

“Hasil investigasi harus menjadi dasar untuk memperbaiki sistem penyimpanan, pengawasan, dan pengamanan munisi. Hal ini penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” ucapnya.

Sebelumnya, TNI AD mengungkapkan ledakan di Gudang Pusat Munisi II Puspalad terjadi saat prajurit menjalankan prosedur pemeriksaan. Insiden tersebut terjadi di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Kamis (16/7/2026).

Akibat kejadian itu, satu prajurit TNI gugur. Sementara itu, empat prajurit mengalami luka berat dan dua lainnya mengalami luka ringan.

“Berdasarkan laporan awal yang kami terima, insiden terjadi ketika personel melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil munisi di salah satu gudang penyimpanan. Dalam insiden itu, satu orang personel dinyatakan meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono, Jumat (17/7/2026).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....