Kemen-Ekraf Bantu Pulihkan Trauma Anak Aceh Tamiang lewat Seni Lukis
- 14 Sep 2026 12:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anak-anak Aceh Tamiang memanfaatkan lumpur dan debu sisa banjir sebagai pigmen alami untuk menghasilkan karya seni.
- Program Creative Recovery for Children melibatkan 100 siswa untuk membantu pemulihan psikososial melalui seni lukis.
- Sepuluh karya terinspiratif akan dipamerkan di Jakarta dan dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif bernilai tambah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif menginisiasi Program Creative Recovery for Children melalui Acara Unjuk Karya Melukis Bersama Asosiasi dan Anak-Anak. Agenda tersebut dilaksanakan di Tribun Bupati Aceh Tamiang.
Mengutip laman KemenEKRAF, Senin, 14 September 2026, inisiatif ini menyasar 100 siswa SD dan SMP terdampak banjir bandang. Tujuannya untuk memulihkan kondisi psikososial mereka sekaligus mengenalkan potensi ekraf subsektor seni rupa dan kriya sejak dini.
“Kehadiran kami hari ini atas arahan Presiden dalam upaya pemberdayaan ekonomi pascabencana. Selain itu, Saya ingin menyampaikan rasa bahagia saya bisa hadir di Aceh Tamiang ini,” ujar Menekraf, Teuku Riefky Harsya, saat membuka secara resmi kegiatan tersebut, Jumat, 11 September 2026.
Keunikan pameran ini terletak pada penggunaan pigmen alami dari lumpur dan debu sisa banjir sebagai media melukis. Teknik ini memvisualisasikan transformasi estetik dari trauma bencana menjadi deretan karya rupa bernilai seni.
Melalui pelatihan intensif selama tiga hari, 50 murid SD dan 50 pelajar SMP didampingi oleh seniman lokal, mentor profesional, serta psikolog klinis. Adapun, mereka mengekspresikan tema 'Bangkit' dan 'Harapan Baru'.
Aksi ini berjalan di bawah gerakan Ekraf Peduli ‘Pulih Bersama, Bangkit Berdaya’. Pihak Kemenekraf sendiri telah menyiapkan total 103 kegiatan, menargetkan sebanyak 5.788 penerima manfaat.
“Kehadiran KemenEkraf menjadi dorongan menghidupkan harapan serta meracik ekonomi daerah pascabencana melalui kolaborasi bersama. Mari perbesar dan manfaatkan kesempatan ini untuk menyerap ilmu, membangun jaringan, serta menjadikan pelatihan sebagai batu loncatan,” ujar Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi.
Hingga pertengahan September 2026, sebanyak 30 kegiatan telah terealisasi dengan memfasilitasi 2.216 peserta. Sementara itu, 73 kegiatan sisanya dengan target 3.572 peserta akan dilaksanakan secara bertahap hingga akhir tahun.
Rangkaian program diawali dengan Bootcamp Melukis pada 27–29 Agustus 2026. Kemudian, dilanjutkan Local Showcase I pada 11–13 September 2026, disusul Showcase II pada pekan kedua September.
Pameran diakhiri dengan penyerahan piagam apresiasi dan pengumuman 10 karya terinspiratif terpilih hasil kurasi. Karya-karya terbaik ini akan dipamerkan di Jakarta serta dikembangkan menjadi produk turunan ekonomi kreatif bernilai tambah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....