Kemenekraf Gandeng DKJ, Perkuat Seni Rupa Indonesia lewat Jakarta Biennale 2026

  • 01 Sep 2026 11:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Ekraf mendukung Jakarta Biennale 2026 untuk memperkuat ekosistem dan daya saing seni rupa Indonesia.
  • Ekspor barang subsektor seni rupa meningkat dari 2,45 juta dolar AS menjadi 4,28 juta dolar AS pada Januari-April 2026.
  • Jakarta Biennale 2026 mengusung tema "Kebal" dan digelar 4 Oktober-24 November di sembilan lokasi Jakarta.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif memperkuat ekosistem seni rupa nasional melalui kolaborasi dalam penyelenggaraan Jakarta Biennale 2026. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengatakan Jakarta Biennale tidak hanya menjadi wadah pameran karya seni.

Acara ini, menurutnya, menjaid sarana meningkatkan potensi industri kreatif dan daya saing perupa Indonesia di tingkat internasional. Hal tersebut disampaikannya saat audiensi dengan Dewan Kesenian Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.

"Ajang perhelatan seni internasional seperti Jakarta Biennale bukan hanya wadah pameran karya. Melainkan sarana strategis untuk memajukan potensi industri kreatif dan daya saing para perupa nasional,” ujarnya, dikutip dari pernyataan resmi Kementerian Ekonomi Kreatif.

Kolaborasi Kementerian Ekraf dan DKJ telah dirintis sejak April 2025. Hal ini terus dikembangkan melalui berbagai diskusi terkait penguatan kreativitas sebagai media ekspresi seni.

Dalam audiensi tersebut, DKJ memaparkan rencana strategis Jakarta Biennale 2026. Mulai dari visi, dampak bagi masyarakat, hingga peluang kolaborasi dengan Kementerian Ekraf.

Irene menyebut sinergi tersebut sejalan dengan tren positif subsektor seni rupa nasional. Berdasarkan data BPS yang diolah Kementerian Ekraf, nilai ekspor barang subsektor seni rupa meningkat menjadi 4,28 juta dolar AS.

Angka tersebut naik dari 2,45 juta dolar AS pada periode Januari hingga April 2025. Adapun, Kementerian Ekraf juga siap membantu menghubungkan Jakarta Biennale dengan mitra kolaborasi, termasuk terkait penyediaan lokasi.

Wakil Ketua I DKJ, Berto Tukan, menyambut dukungan Kementerian Ekraf. Ia berharap sinergi tersebut dapat memperluas dampak positif Jakarta Biennale bagi seniman dan masyarakat.

Diketahui, Jakarta Biennale 2026 mengusung tema "Kebal" yang mengangkat resiliensi warga Jakarta. Perhelatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober hingga 24 November 2026 di sembilan lokasi di Jakarta.

Jakarta Biennale 2026 juga diusulkan berkolaborasi dengan rangkaian Hari Ekraf Nasional melalui program Oktober Kreasi di berbagai daerah.

Selain itu, Kementerian Ekraf dan DKJ membahas persiapan World Conference on Creative Economy atau WCCE 2026 yang akan berlangsung pada 21 hingga 23 Oktober di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....