Kemenhub Tinjau Pemulihan Bandara Terdampak Gempa NTT

  • 30 Agt 2026 08:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dirjen Perhubungan Udara meninjau lima bandara terdampak gempa di NTT.
  • Pemulihan struktur bangunan, terminal penumpang, dan fasilitas operasional menjadi prioritas di Bandara Soa Bajawa.
  • Hasil peninjauan menjadi dasar penentuan prioritas pemulihan infrastruktur penerbangan di NTT.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara meninjau sejumlah bandara terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Peninjauan dilakukan Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Tujuannya untuk memastikan kondisi infrastruktur dan fasilitas penerbangan. Selain itu, peninjauan dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan pascagempa.

Sejumlah bandara terdampak gempa di NTT turut menjadi lokasi peninjauan. Bandaranya meliputi Komodo, Fransiskus Xaverius Seda Maumere, H. Hasan Aroeboesman Ende, Soa Bajawa, dan Frans Sales Lega Ruteng.

Lukman mengatakan peninjauan dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi fasilitas dan aset bandara. Ini termasuk kebutuhan penanganan agar langkah pemulihan dapat dilakukan secara tepat dan terukur.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Bandar Udara Soa Bajawa. Pemulihan sejumlah struktur bangunan dan fasilitas pendukung, termasuk terminal penumpang serta fasilitas operasional penerbangan, menjadi prioritas.

Lukman menegaskan, hasil peninjauan akan menjadi dasar dalam menentukan langkah tindak lanjut dan prioritas pemulihan fasilitas bandara. ““Kita ingin memastikan setiap kebutuhan di lapangan teridentifikasi dengan baik,” ujarnya, dikutip dari Kementerian Perhubungan, Minggu, 30 Agustus 2026.

Selain mengecek infrastruktur, Ditjen Perhubungan Udara juga menyerahkan bantuan kepada jajaran di wilayah terdampak. Bantuan ini sebagai bentuk dukungan bagi pegawai yang tetap menjalankan tugas pascabencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....