LAN Tekankan WI Jadi Pilar Penguatan Kompetensi dan Transformasi Birokrasi
- 30 Agt 2026 12:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Lembaga Administrasi Negara (LAN) menggelar Orasi Ilmiah dan Pengukuhan Widyaiswara sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi (ASN). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan peran strategis Widyaiswara sebagai agen transformasi pembelajaran dalam mewujudkan birokrasi yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada kinerja. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala LAN, Dr. Muhammad Taufiq, DEA., pada Orasi Ilmiah dan Pengukuhan Widyaiswara Ahli Utama, di Aula Prof. Agus Dwiyanto, MPA, Rabu (26/8).
Muhammad Taufiq menyampaikan bahwa Widyaiswara Ahli Utama memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan perilaku ASN sekaligus membantu aparatur beradaptasi menghadapi transformasi organisasi. Melalui pembelajaran, pengembangan kompetensi, inovasi, dan penjaminan mutu, Widyaiswara turut menentukan kemampuan birokrasi untuk bergerak dari sekadar menjalankan rutinitas menuju birokrasi yang adaptif, profesional, inovatif, serta berorientasi pada hasil dan dampak.
“Saat ini tantangan Widyaiswara semakin berat dan lebih kompleks. Widyaiswara tidak hanya dituntut untuk semakin ahli dalam bidang masing-masing, tetapi juga diharapkan menjadi pilar, motor utama penggerak perubahan, role model, dan sumber inspirasi bagi para ASN untuk lebih profesional dan memberikan kinerja yang berdampak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Muhammad Taufiq menegaskan bahwa Widyaiswara masa depan tidak cukup hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai arsitek pembelajaran yang mampu membentuk cara berpikir, cara bekerja, dan cara ASN merespons perubahan.
“Dalam konteks tersebut, Widyaiswara juga memiliki peran penting dalam membangun branding pelatihan ASN yang profesional dan berkualitas, sehingga masyarakat semakin memahami bahwa pengembangan kompetensi ASN merupakan kebutuhan strategis dalam menjawab tuntutan pelayanan publik yang terus meningkat.” tutupnya.
Rangkaian Orasi Ilmiah dan pengukuhan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Widyaiswara dalam menjaga profesionalisme, mengembangkan kapasitas keilmuan, serta menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan organisasi dan tantangan birokrasi. Penguatan peran tersebut semakin penting seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat sebagai penerima layanan, sehingga pengembangan kompetensi ASN tidak hanya menjadi kebutuhan internal birokrasi, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, responsif, dan berdampak bagi masyarakat.
Pelaksanaan orasi dilakukan secara blended dengan melibatkan Majelis Orasi yang terdiri atas unsur LAN, Kementerian PANRB, BKN, Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (APWI), serta pimpinan instansi atau lembaga pelatihan Widyaiswara terkait. Orasi Ilmiah kali ini diikuti oleh sembilan orator, yaitu:
- Hj. Syahrida Norhayah, S.Sos., M.Si. - BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan
- Drs. H. Akhmad Yusuf, M.Si. - BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan
- Dr. drg. Sri Asih Gahayu, M.Kes. - Balai Besar Pelatihan Kesehatan Ciloto, Kementerian Kesehatan
- drg. Rarit Gempari, MARS. - Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta, Kementerian Kesehatan
- dr. Slamet, MHP. - Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta, Kementerian Kesehatan
- Dr. Stepanus, S.Hut., M.P. - BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah
- Dr. Kondrad Sawang, M.Pd. - BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah
- Juli Winarto, Ak., M.M., CA. - BPSDM Provinsi Jawa Timur
- Antonius Kustoro Yuni D., S.E., M.A., Ak. - BPSDM Provinsi Jawa Timur
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....