Wakil Menteri Ekraf: Taiwan Beats Buka Jalan Musik Indonesia ke Pasar Global
- 25 Agt 2026 12:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Taiwan Beats menjadi wadah kolaborasi industri musik Indonesia-Taiwan untuk memperluas akses pasar global.
- Sekitar 50 delegasi industri musik Taiwan mengikuti networking dan business matching di Indonesia.
- Kementerian Ekraf mendorong festival musik menjadi platform bisnis, pertukaran talenta, promosi karya, dan pengembangan IP.
RRI.CO. ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong industri musik Indonesia memperluas akses pasar internasional melalui program Taiwan Beats in Jakarta. Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar mengatakan, program tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pelaku industri musik Indonesia dan Taiwan.
Kolaborasi diarahkan untuk membuka pertukaran talenta, pengembangan karya, hingga peluang penetrasi pasar global. Menurutnya, musik memiliki kekuatan untuk mempertemukan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antarnegara melalui ekonomi kreatif.
“Musik memiliki kekuatan untuk mempertemukan manusia, budaya, dan bangsa. Taiwan Beats in Jakarta menjadi ruang untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Taiwan melalui ekonomi kreatif,” ujar Wamen Ekraf saat menghadiri Seminar Taiwan Beats in Jakarta di MINQ Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.
Indonesia dinilai memiliki kekayaan talenta dan komunitas musik yang terus berkembang. Sementara itu, Taiwan memiliki ekosistem kreatif yang dinamis serta pengalaman dalam mengembangkan industri budaya.
Pertemuan kedua ekosistem tersebut diharapkan menghasilkan karya kolaboratif, sekaligus memperluas jangkauan musisi Indonesia ke audiens internasional. Taiwan Beats diinisiasi oleh Bureau of Audiovisual and Music Industry Development (BAMID), Kementerian Kebudayaan Taiwan.
Program ini dikembangkan bersama Taiwan Creative Content Agency (TAICCA). Rangkaian Taiwan Beats di Indonesia berlangsung pada 21–25 Agustus 2026 di Jakarta dan Bali.
Kegiatannya meliputi pertukaran industri, business matching, seminar, kunjungan industri, serta showcase musik. Program tersebut juga berkolaborasi dengan LaLaLa Fest 2026 dengan memperluas fungsi festival sebagai platform business-to-business atau B2B.
Sekitar 50 delegasi industri musik Taiwan terlibat dalam sesi networking dan business matching. Tujuannya untuk membuka peluang kerja sama di pasar Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....