Kemenekraf Dampingi Kabupaten Bungo menjadi Kabupaten Kreatif Indonesia

  • 23 Jul 2026 13:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemenekraf mendampingi Kabupaten Bungo menuju Kabupaten Kreatif Indonesia melalui penguatan ekosistem ekonomi kreatif.
  • Pengembangan mengacu pada Rindekraf 2026–2045 dengan program Aktivasi Desa Kreatif, Creative Hub, dan Creative by Indonesia.
  • Kolaborasi mencakup peningkatan kapasitas pelaku ekraf, penguatan HKI, akses pasar, serta pengembangan potensi lokal.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan komitmen pemerintah mendampingi Kabupaten Bungo menuju Kabupaten Kreatif Indonesia. Komitmen itu disampaikannya saat menerima audiensi Bupati Bungo, Dedy Putra.

Dalam pertemuan tersebut, pihaknya membahas pengembangan subsektor unggulan, kapasitas pelaku ekraf, serta penguatan ekosistem ekraf di Kabupaten Bungo. Langkah ini diharapkan mampu menjadikan ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

"Setiap daerah memiliki potensi ekonomi kreatif yang berbeda. Tugas kami adalah membantu pemerintah daerah memetakan potensi tersebut agar dapat berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja berkualitas,” ujarnya, dikutip dari Kementerian Ekonomi Kreatif, Kamis, 23 Juli 2026.

Sebagai acuan pengembangan, Kemenekraf memperkenalkan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045. Pemerintah juga menawarkan sejumlah program strategis, seperti Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia.

Selain itu, Kemenekraf mendorong lahirnya pelaku ekonomi kreatif unggulan atau local hero. Di antaranya melalui kurasi, penguatan kapasitas, akses pasar, dan pembiayaan.

Kemudian, dibahas pula peluang kolaborasi berupa penguatan ruang kreatif hingga kekayaan intelektual berbasis sejarah dan cerita rakyat. Pengembangan tersebut diarahkan pada subsektor komik, film, animasi, dan konten digital.

Sementara itu, Bupati Bungo, Dedy Putra menyampaikan daerahnya memiliki potensi besar. Utamanya pada subsektor kuliner, kriya, fesyen, musik, seni pertunjukan, film, dan konten digital.

Ia berharap, Kemenekraf dapat memberikan dukungan bagi daerahnya. Utamanya melalui pelatihan, penguatan ekosistem, fasilitasi hak kekayaan intelektual, serta promosi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....