Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi, Kinerja Industri Manufaktur Meningkat

  • 06 Feb 2025 08:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Industri pengolahan non-migas mencatatkan pertumbuhan 4,75 persen sepanjang tahun 2024. Ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan 2023 yang tumbuh 4,69 persen.

Sektor manufaktur tetap menjadi kontributor utama bagi kinerja PDB Indonesia. Angkanya tumbuh 5,03 persen pada tahun lalu.

Pada triwulan IV 2024, industri pengolahan nonmigas tumbuh 4,89 persen. Naik dibandingkan dengan triwulan III 2024 yang tercatat 4,84 persen dan periode yang sama pada 2023 yang mencapai 4,49 persen.

"Sektor industri manufaktur terbukti menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Maka itu diperlukan kebijakan strategis untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, daya saing, dan keberlanjutan sektor," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu kemarin.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan industri manufaktur pada 2024 didorong oleh kinerja industri logam dasar yang tumbuh 13,34 persen berkat peningkatan permintaan pasar ekspor. Industri makanan dan minuman juga mencatatkan kenaikan 5,90 persen, didorong oleh permintaan domestik dan luar negeri.

Selain itu, sektor barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik tumbuh 6,16 persen. Ini seiring dengan permintaan luar negeri.

Menperin juga mengungkapkan, hasil laporan PMI manufaktur dan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada awal tahun menunjukkan sektor manufaktur berada dalam fase ekspansi. Ini dengan optimisme tinggi di kalangan pelaku industri meskipun ada tantangan ekonomi dan politik global.

Menteri Perindustria Agus Gumiwang (Foto: Humas Kementerian Perindustrian)

Menperin memastikan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen mendukung gairah industri dengan kebijakan probisnis. Contohnya perpanjangan program HGBT untuk industri.

Selain itu, Kemenperin juga menunggu kebijakan relaksasi impor untuk produk jadi segera dicabut, yang diharapkan dapat menjaga pasar domestik. Ini meningkatkan daya saing industri nasional dan memaksimalkan penggunaan produk lokal.

Dengan kebijakan dan stimulus yang mendukung, Menperin optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional dapat tercapai. Target pertumbuhan ekonomi itu sebesar 8 persen.

Pada sektor hilirisasi industri, Menperin menegaskan pihaknya terus mendorong kebijakan hilirisasi. Sesuai dengan misi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Industri manufaktur juga mencatatkan kinerja positif dengan nilai ekspor industri pengolahan nonmigas mencapai USD196,54 miliar. Fakta ini memberikan andil 74,25 persen dari total ekspor nasional.

Selain itu investasi industri manufaktur pada 2024 mencapai Rp721,3 triliun. Itu memberikan kontribusi 42,1 persen terhadap total investasi Indonesia.***

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....