Evaluasi Haji: Petugas hingga Kesehatan Jadi Catatan Penting
- 12 Jun 2025 07:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan evaluasi atas penyelenggaraan ibadah haji 2025.
Evaluasi mencakup petugas, syarikah, hingga kesehatan.
Menurutnya, pemulangan terakhir pada 11 Juli menjadi simbol peralihan kewenangan penuh ke Badan Penyelenggara Haji. “Pemulangan terakhir menjadi penyerahan simbolik penanganan urusan haji dari Kementerian Agama ke BP Haji,” kata Dahnil dalam keterangan pers Badan Penyelenggara Haji, Rabu (11/06/2025).
Dahnil menekankan jumlah petugas haji sangat terbatas dibandingkan jumlah jemaah Indonesia yang mencapai ratusan ribu. Menurutnya, rasio petugas dengan jemaah tidak ideal dan menyebabkan beberapa kendala pelayanan di lapangan.
“Jumlah petugas hanya sekitar empat ribuan. Sedangkan jemaah Indonesia mencapai dua ratus ribu lebih orang,” kata dia.
Lebih lanjut, Dahnil menyatakan penyebab kekacauan juga berasal dari banyaknya syarikah penyedia layanan jemaah haji. Dia berpendapat bahwa tahun depan maksimal hanya dua syarikah agar pengelolaan lebih fokus dan terkendali.
“Tahun depan kami tidak akan menggunakan delapan syarikah. Hanya dua agar kualitas bisa dikendalikan,” kata Dahnil.
Dahnil juga mengungkapkan banyak gangguan terjadi pada layanan transportasi, konsumsi, dan sinkronisasi data jemaah. Menurutnya, penyedia layanan yang wanprestasi harus dievaluasi karena berdampak langsung pada kenyamanan jemaah.
Dahnil juga menyoroti lemahnya layanan kesehatan dan terbatasnya tenaga medis Indonesia selama musim haji berlangsung. Ia menegaskan perbaikan menyeluruh akan dilakukan demi meningkatkan kualitas layanan ibadah haji mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....