Jemaah Nafar Awal dan Nafar Tsani, ini Perbedaannya
- 09 Jun 2025 17:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Makkah: Jemaah haji Indonesia yang mengambil skema Nafar Tsani akan terus dilayani di Mina hingga 13 Dzulhijjah. Selain Nafar Tsani, ada skema Nafar Awal yang mengizinkan jamaah haji Indonesia berada di Mina sampai 12 Dzulhijjah.
Apa itu Nafar Awal dan Nafar Tsani? Berikut penjelasannya:
Nafar Awal adalah tipe jemaah yang menginap atau mabit di Mina sampai 12 Dzulhijjah. Mereka akan diantar dari Mina menuju hotel di Makkah sebelum terbenamnya matahari.
Sementara, Nafar Tsani merupakan jemaah yang menginap atau mabit di Mina sampai 13 Dzulhijjah. Mereka diantar dari Mina ke hotel di Makkah sejak 13 Dzulhijjah pagi.
"Kami siapkan layanan bagi jemaah Nafar Awal maupun Nafar Tsani. Layanan baik tenda maupun konsumsi di Mina akan tetap diberikan hingga seluruh jamaah kembali ke hotel di Makkah," kata Kepala Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Muchlis Hanafi di Makkah, Senin (9/6/2025).
Sebelumnya sempat beredar kabar jemaah Nafar Tsani tidak mendapatkan pelayanan hingga akhir dari pemerintah Indonesia dalam hal ini PPIH. Namun, kabar tidak sedap itu langsung dibantah Muchlis.
"Rumor semacam ini jelas tidak benar alias hoaks. Jadi semua yang beredar tidak benar," ujarnya.
Dalam penegasan Muchlis, jemaah diizinkan memilih Nafar Awal atau Nafar Tsani. PPIH kemudian mendata usulan jemaah untuk mempersiapkan fasilitas penjemputan.
"Pada tahun-tahun sebelumnya, biasanya sekitar 60 persen mengambil Nafar Awal. Sedangkan 40 persen mengambil Nafar Tsani," ujarnya.
Dalam nafar awal dan nafar tsani, jemaah sama-sama diharuskan melempar jumrah. Melempar jumrah merupakan salah satu dari wajib haji yang dilangsungkan pada 10-13 Dzulhijjah.
Melempar jumrah dilakukan dengan melontarkan batu kerikil ke tiang yang diumpamakan sebagai setan atau iblis. Hukum melempar jumrah adalah wajib.
Jika ada jemaah yang tidak menjalankannya wajib membayar dam berupa seekor kambing. Lantas, apakah ada perbedaan jumlah batu kerikil yang dilempar antara Nafar Awal dan Nafar Tsani?
Untuk Nafar Awal, jeamaah haji melempar jumrah pada tiga lokasi setiap harinya, yaitu Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Masing-masing dengan tujuh lemparan.
Jumlah total batu kerikil yang dilontarkan pada nafar awal adalah 49 butir. Hal itu terdiri dari 7 butir pada hari pertama (10 Dzulhijah) dan 21 butir masing-masing pada 11 dan 12 Dzulhijah.
Sementara Nafar Tsani, jemaah haji akan melempar jumrah pada tiga hari Tasyrik, dengan total 70 batu kerikil. Hal itu dengan rincian 7 butir pada 10 Dzulhijah dan 21 butir pada 11, 12, dan 13 Dzulhijah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....