Indonesia-Kenya Perkuat Kerja Sama Energi dan Pertambangan

  • 03 Sep 2024 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Badung: Deputi Kedaulatan Maritim dan Energi Jodi Mahardi mengatakan, pentingnya kerja sama di bidang sektor energi dan pertambangan rakyat. Hal tersebut dilakukan Indonesia dengan Kenya yang melakukan kerja sama sektor energi dan pertambangan rakyat.

Menurutnya, kerja sama yang melibatkan seluruh masyarakat pekerja tambang ini akan semakin memperkuat hubungan people to people. Hal ini pun dilakukan pada perhelatan Indonesia-Afrika Forum kedua di Nusa Dua, Bali.

"Pertambangan rakyat (Artisanal Mining) di Indonesia beranggota lebih dari 4 juta orang, sedangkan Kenya saja berjumlah lebih dari 1,5 juta orang. Bahkan 40 persennya adalah perempuan," kata Jodi dalam keterangannya, Selasa (3/9/2024).

Ia mengatakan, kedua pihak menginginkan penerapan praktik pertambangan rakyat dengan prinsip ramah lingkungan dan meminimalisasi pencemaran. Adapun dalam kerja sama dilakukan antara Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) dengan Artisanal and Small Scale Mining Association of Kenya (ASMAK).

Kerjasama ini mempromosikan praktik pertambangan rakyat yang legal, aman, dan ramah lingkungan. Kerja sama ini ditandatangani Ketua Umum APRI Gatot Sugiharto dan Ketua ASMAK dan Omondi Odida.

Jodi memastikan, kerja sama ini bentuk komitmen Indonesia untuk terus memperkuat hubungan ekonomi dan kemitraan Indonesia-Afrika. "Kerja sama ini tak hanya memenuhi komitmen Indonesia untuk memperkuat hubungan ekonomi dan kemitraan strategis Indonesia dengan negara-negara Afrika," kata Jodi.

"Melalui kerjasama sektor energi dan pertambangan yang berkelanjutan ini akan memberikan manfaat keekonomian besar bagi kedua negara. Sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui praktik pertambangan dan energi dengan bertanggung jawab,” ujarnya.

Kerja sama juga dilakukan PT Energi Mega Persada Tbk (EMP) melalui Buzi Hydrocarbons Pte Ltd (BHPL), menandatangani MoU dengan Guma Africa Group Limited. Penandatanganan dilakukan Director Buzi Hydrocarbons Pte. Ltd, Taufan E.N. Rotorasiko dan CEO Guma Group Limited, Robert Gumede.

Perjanjian tersebut menegaskan, kemitraan strategis Indonesia-Afrika Selatan dalam mengembangkan sektor gas di Afrika Selatan dengan valuasi mencapai USD 900 juta. Selain itu, juga bertujuan untuk meningkatkan pasokan gas Afrika Selatan dan negara perbatasan terdekat seperti Mozambik.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....