Jalan Simpang Kota Bangun-Muara Gusik rusak,Wagub Kaltim yakin tertangani dengan cepat

  • 07 Mar 2023 19:16 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Kukar : Dalam lawatan kunjungan kerja Wakil Gubernur Kaltim ke Wilayah Tengah, tepatnya di Kabupaten Kutai Barat, Selasa, (7/3/2023).

Wagub Hadi Mulyadi menyempatkan melihat langsung Lokasi Peninjauan Ruas Jalan Kota Bangun – Gusiq Desa Perian Kutai Kartanegara yang rusak dan sempat mengakibatkan, truk akomodasi terperangkap lumpur.

Hadi Mulyadi pun prihatin atas kondisi jalan mulai dari Simpang Kota Bangun Kukar hingga Muara Gusiq Kubar yang merupakan status jalan nasional.

"Alhamdulillah kami melihat langsung jalan yang dilalui dan dikeluhkan masyarakat, ia yakin pemerintah pusat (BBPJN Kaltim), kurang lebih 87, 6 Kilometer diperbaiki secepatnya ,karena perbaikan jalan itu berasal pendanaannya dari SBSN dalam dengan pembiayaan tahun jamak ( MYC), 2023-2024 APBN,"terang Wagub.

Menurut dia, masyarakat diharapkan dapat bersabar, karena jalan ini cukup parah kerusakannya, sehingga harus bertahap perbaikannya selama 2 tahun.

Untuk penanganan jangka pendek, Pemprov, bahkan hari ini sudah ada pemenang lelang, mengingat IKN hadir, harapannya dapat diperbaiki, dan kedepan agar pihak pengusaha Batu Bara maupun Kelapa Sawit agar yang menggunakan, jalan ini menurunkan tonase muatannya, sehingga jalan ini tidak rusak parah," harap Hadi Mulyadi.

Bagi Hadi, silahkan saja kendaraan perusahaan melintasi jalan tersebut, tapi Pemprov Kaltim minta sama-sama menjaga. Karena, jika kondisi jalan ini diperbaiki sekarang dan bagus, tetapi beberapa bulan selanjutnya rusak lagi. Sebab, tonase kendaraan yang melintas khususnya pertambangan dan kelapa sawit.

Menurut Wagub, kendaraan yang melintasi ini harus sesuai dengan tipe jalan tersebut. Untuk itu, diperlukan juga pengawasan bersama. Sehingga dirawat bersama.

Ditempat yang sama PPK 1.6 BBPJN Provinsi Kaltim, Rusdi Salman ST, selalu penanggung jawab jalan Kota Bangun, Gusiq mengatakan, tahun 2023 ini, perbaikan jalan efektifnya sepanjang 21 Kilometer, dengan lagu anggaran Rp233 Miliar melalui SBSN.

Ia pun tidak menampik penggunaan jalan tonase tinggi menjadi salah satu penyebab, rusaknya jalan yang menjadi tanggung jawab BBPJN tersebut.

"Bahkan overloading atau tonase tinggi menjadi penyebab, " ujar Rusdi.

Kedepan jalan tersebut, akan dibantu oleh Pemprov untuk mendukung jalan tersebut, misal pengerasan.

Kunjungan diikuti sejumlah pejabat OPD Lingkup Pemprov Kaltim yang dikoordinir Kepala Biro Adbang Setprov Kaltim Irhamsyah, Anggota DPD RI Nanang Sulaiman, TGUP3 Gubernur Kaltim.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....