Kembali Tayang, Inilah Fakta Menarik Film Interstellar

  • 12 Mar 2025 15:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Film Interstellar yang kembali tayang di bioskop Indonesia sejak 26 Februari 2025 lalu kembali menarik perhatian penggemar film. Sejak kemunculan awal di tahun 2014, film ini telah mendapat predikat film time travel terbaik.

Tidak hanya itu, proses pembuatan filmnya dipimpin oleh sutradara Christopher Nolan, berdasarkan tulisannya bersama sang adik. Kisah film ini pun sangatlah menarik, tentang seorang astronot untuk mencari planet yang layak huni.

Tak heran jika rating Interstellar di IMDb mencapai angka 8.7/10 dari suara 2,3 juta voter. Film ini juga telah mendapat banyak pujian dari kritikus film karena menyertakan para ilmuwan fisika di dalamnya.

Lantas, apa sajakah fakta menarik tentang film Interstellar? Simak selengkapnya di bawah ini.

1. Box Office dan Meraup Keuntungan Besar

Tahukah Anda, film ini berhasil mencatat keuntungan kotor sebesar 758,429,814 juta dolar untuk penayangan globalnya. Lalu kemudian, untuk biaya pembuatannya adalah sebesar 165,000,000 juta dolar.

2. Kostum Baju Mirip Setelah Astronot

Salah satu desain baju yang dikenakan oleh para penjelajah ruang angkasa dibuat sedemikian mirip dengan astronot sungguhan. Menariknya, baju itu diberi tambahan alat oksigen agar mereka bisa bernapas dengan nyaman, dan pendingin agar tidak kepanasan.

3. Melibatkan Ilmuwan

Tidak hanya para artis film, namun juga para ilmuwan dilibatkan dalam pembuatan film Interstellar. Termasuk pemenang Nobel Fisika 2017, Kip Throne, astronot Neil deGrasse Tyson, ahli teori relativitas grativasi, Marika Taylor.

4. Memenangkan Berbagai Penghargaan

Bisa dikatakan bahwa, Interstellar berhasil membuat penggemar film takjub dengan cerita yang dibawakan. Interstellar berhasil memenangkan 1 piala Oscar pada kategori efek visual terbaik, serta 44 piala dari penghargaan ajang film lainnya.

5. Konspirasi Keberadaan Black Hole

Kabarnya film Interstellar mampu mengubah teori fenomena benda di ruang angkasa menjadi kenyataan. Hal ini dibuktikan dengan adanya adegan Black hole yang ada di film dibuat dengan efek visual sesuai teori fisika Kip Thorne.

Sebelumnya, teori keberadaan black hole pada era itu hanya sebatas konspirasi dan belum bisa dibuktikan keberadaannya secara ilmiah. Namun adanya perhitungan akurat, akhirnya keberadaan black hole bisa diketahui publik melalui NASA pada tahun 2019.

6. Syuting Tidak Menggunakan CGI

Selain itu, beberapa lokasi ekstrem yang terdapat di film memang benar adanya dan tidak menggunakan teknologi CGI. Diantaranya lapangan lava Eldhraun di Islandia, gletser es Svínafellsjökull di Islandia serta Mafabot yang berupa gunung es di Islandia.

7. Terinspirasi dari Film "2001: A Space Odyssey"

Sementara itu, Christopher Nolan juga mengaku terinspirasi dari film 2001: A Space Odyssey yang rilis 1968. Menurutnya, film tersebut merupakan film sci-fi klasik yang bercerita tentang penemuan artefak di bulan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....