Ararem, Tradisi Pengantaran Mas Kawin Suku Biak

  • 17 Jan 2024 14:55 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak : Masyarakat adat suku Biak, tetap mempertahankan dan menjaga tradisi membayar mas kawin dari keluarga laki-laki, kepada keluarga calon istri. Tradisi dilakukan dengan prosesi arak-arakan pengantaran mas kawin atau Ararem.

Tradisi Ararem yang berlangsung secara turun temurun dari masyarakat adat suku Biak ini, merupakan warisan kekayaan budaya orang asli Papua yang masih eksis bertahan di tengah kemajuan era teknologi modern saat ini.

Budayawan Biak, Hosea Mirino, dalam program acara Cerita Budaya di Programa 1 RRI Biak, Rabu (17/1/2024) menjelaskan, proses dari tradisi ini adalah dengan persiapan persembahan yang dilakukan oleh keluarga calon pengantin pria.

Budaya mengantar mas kawin bagi masyarakat adat suku Biak dengan membawa berbagai jenis piring adat, guci, serta sejumlah uang yang dibawa keluarga laki-laki diantar bersama keluarga dengan iringan Tarian Wor dan Yospan ke rumah keluarga calon istri.

Hal ini pun terjadi setelah kedua belah pihak setuju dengan nominal dan persyaratan yang diajukan oleh keluarga sang wanita.

"Arti dari piring ini dipakai sebagai alat tebusan. Bagi orang Biak piring yang disebut Bembepon ini dianggap sebagai harta berharga, yang dipakai untuk meminang calon istri," kata Hosea Mirino.

Dalam tradisi Ararem, nyanyian diiringi alunan dari alat musik tradisional serta tari-tarian Yospan dan Wor menjadi pengiring jalannya arak arakan.

Salah satu yang menarik, yaitu adanya Bendera merah putih yang ikut dikibarkan sepanjang arak-arakan hingga mas kawin diterima pihak calon istri. Adanya Bendera merah putih dianggap sebagai simbol Bendera Pendamai.

"Bendera merah putih dijadikan sebagai bendera pendamai dan jika saat terjadinya pemberian mas kawin ada kesalah pahaman tentang nilai harta yang diberikan, bendera merah putih dianggap sebagai benda yang sakral yang bisa mendamaikan kedua pihak," ucapnya.

Ikatan dalam perkawinan masyarakat adat suku Biak, ditandai dengan membayar simbol-simbol mas kawin dan merupakan bagian dari kekayaan daerah budaya Nusantara Indonesia yang masih tetap dilestarikan hingga sekarang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....