Pemko Banjarmasin Terus Berupaya Tekan Stunting
- 28 Agt 2023 16:25 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin : Kota Banjarmasin terus berupaya menekan angka stunting dengan berbagai cara. Salah satunya dengan pelaksanaan pertemuan pemantauan percepatan penurunan stunting oleh Tim Percepatan penurunan Stunting (TP2S) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Aula Kayuh Baimbai, Senin (28/8/2023).
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor dalam kesempatan itu mengungkapkan atas nama pemerintah kota Banjarmasin, kami menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) kota Banjarmasin yang melaksanakan kegiatan pertemuan tersebut.
"Ini sebagai bagian dari komitmen kita bersama guna mempercepat penurunan angka stunting di kota Banjarmasin," kata Arifin.
Ia mengungkapkan, stunting merupakan masalah serius yang perlu segera ditangani dengan tindakan nyata. Sebab masalah stunting ujar Arifin Noor, tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga pada perkembangan fisik, kognitif, dan sosial mereka di masa depan.
"Tim pendamping keluarga (TPK) kota Banjarmasin telah berperan penting dalam upaya penurunan angka stunting di kota kita ini, melalui pendamping yang dilakukan terhadap keluarga dan ibu hamil, kita berupaya memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya gizi yang seimbang, perawatan kesehatan, serta pola asuh yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak," bebernya.
Atas dasar hal itu, Arifin Noor turut mengapresiasi kerja keras dan dedikasi yang telah diberikan oleh tim pendamping keluarga kota Banjarmasin selama ini.
"Upaya bapak/ibu dalam memberikan edukasi, pelatihan, serta pemantauan kepada keluarga dan ibu hamil telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengurangi angka stunting di kota Banjarmasin," ucapnya.
Arifin berpesan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Menurutnya pihak terkait mesti terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi yang seimbang dan perawatan kesehatan yang baik.
"Oleh karena itu, pertemuan ini sangat penting dilaksanakan untuk mengkaji pencapaian, mengevaluasi strategi yang telah ditetapkan, serta merumuskan langkah-langkah selanjutnya guna memastikan bahwa program-program yang dilakukan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat," tutupnya.
Diketahui, setidaknya ada 835 anak yang beresiko terkena stunting di Kota Banjarmasin dari 22 lokus yang telah ditetapkan DPPKBPM Banjarmasin.
Kepala DPPKBPM Kota Banjarmasin, Helfianoor mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai program untuk menyasar langsung keluarga dan anak, bersama TPK Kesehatan.
"Selain dari Dinas Kesehatan dan Satuan Kerja terkait lainya, dari kami seperti distribusi makanan bergizi dan dapur sehat atasi stunting," ungkapnya.
Bahkan menurutnya, pihaknya juga berupaya merubah perilaku hidup sehat, agar keluarga yang berisiko tersebut dapat melakukanya.
"Kita ajarkan bagaimana makanan bergizi itu, cara memasak hingga menyajikannya," tuturnya.
Dengan adanya kegiatan itu, Wakil Wali Kota Banjarmasin Arifin Noor pun menginginkan, Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Banjarmasin dapat berjalan maksimal.
"Kita fokuskan dulu pada lokus yang sedikit, misalnya di kelurahan Pangambangan ada 6. Ini kita maksimalkan hingga tidak ada lagi, dan bisa menjadi percontohan jika berhasil," harapnya.
Tak hanya itu, dirinya juga menginginkan peran aktif para lurah untuk membantu dalam hal penurunan angka stunting ini.
"Kita ingin agar dari segi pendataan dan lainya bisa mereka, agar akurat dan berjalan optimal," tuntasnya.
Diketahui, berdasarkan dari Surat Keputusan Wali Kota Banjarmasin No 193 tahun 2023, tentang Prioritas dan Pencegahan Penanganan Stunting, dari 835 anak berisiko stunting, tersebar pada 22 kelurahan. Wilayah terbanyak di Kelurahan Mantuil sebanyak 117 anak, dan terendah di Kelurahan Pangambangan sebanyak 6 Orang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....