​Profil Biodata Buronan Gembong Narkoba Internasional Fredy Pratama

  • 03 Jun 2024 14:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Bareskrim Polri bekerja sama dengan Kepolisian Thailand, untuk menangkap gembong narkoba Fredy Pratama. Ini lantaran adanya informasi, gembong narkoba jaringan internasional itu bersembunyi di perbatasan Thailand dengan Burma.

Simak profil dan biodata gembong narkoba Fredy Pratama di dalam artikel ini, dikutip dari beberapa sumber terpercaya. Diketahui jaringan Fredy Pratama ini sudah beraksi sejak tahun 2009 dan berjalan terorganisir dengan baik.

Sejak tahun 2020 lalu, Bareskrim Polri sudah meringkus, ratusan pelaku yang diduga kuat anggota jaringan Fredy Pratama. Dalam kasus Fredy Pratama itu, Bareskrim Polri berhasil menyita hasil pencucian uang Rp65 miliar.

Profil Gembong Narkoba Internasional Fredy Pratama

Fredy Pratama merupakan pria kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 25 Juni 1985. Buronan 38 tahun ini, masih dicari Bareskrim Polri karena jaringannya terus berkeliaran di Indonesia.

Fredy Pratama merupakan masyarakat Indonesia keturunan Tionghoa. Profesi dan aksinya itu, disebut-sebut mencoreng nama etnisnya.

Biodata

Berikut sedikit informasi biodata diri Fredy Pratama:

• Nama lengkap: Fredy Pratama
• TTL: Banjarmasin, 25 Juni 1985
• Umur: 38 tahun
• Orang tua: Lian Silas (Ayah)
• Pekerjaan: Pebisnis

Polri Barter Buronan Thailand Chaowalit dengan Fredy Pratama

Polri nampak serius, melakukan barter buronan kriminal dengan Kepolisian Thailand. Polri menginginkan, Kepolisian Thailand menangkap bandar narkoba Fredy Pratama ditukar dengan Chaowalit Thungduang alias Sulaiman.

Diketahui, Bareskrim Polri berhasil menangkap buronan nomor satu Thailand Chaowalit Thungduang di Indonesia. Oleh sebab itu, Polri mengharapkan, Kepolisian Thailand segera menangkap Fredy Pratama yang 'ngumpet' di negaranya itu.

“Sudah sampaikan (barter buronan), nanti ada tim yang ke Thailand dipimpin Kombes Pol Audie. Dari Hubinter dan Wadir Narkoba untuk membicarakan pemulangan Fredy Pratama,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mukti Juharsa di Jakarta, Senin (3/6/2024).

Mukti mengatakan, tempat persembunyian Fredy Pratama berada di perbatasan antara Thailand dengan Burma. Informasi itu didapatkannya, setelah berbincang dengan pihak Thailand.

“Kami joint investigation, ada budi ada balaslah, kami meminta demikian, karena Fredy ini kan gembong besar juga. Ya kami saling bertukar, barter. Itu yang kami inginkan,” ucap Mukti.

Ke depannya, Mukti berharap, keberhasilan Bareskrim Polri menangkap Chaowalit di Indonesia menjadi semangat untuk Kepolisian Thailand. Yakni, untuk segera menangkap dan memulangkan Fredy Pratama ke Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....