KPK Pastikan Penyelidikan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh Terus Berjalan
- 09 Sep 2026 14:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tim penyelidik KPK terus melakukan pendalaman dan meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait proyek tersebut.
- Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan bahwa permintaan keterangan dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam penyelidikan.
- KPK sedang melanjutkan penyelidikan mendalam terhadap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) dengan fokus mengungkap dugaan peristiwa pidana.
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyelidikan terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh masih terus berjalan. Tim penyelidik KPK hingga kini masih melakukan pendalaman dan meminta keterangan dari sejumlah pihak.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, permintaan keterangan dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Khususnya, dalam mengungkap dugaan peristiwa pidana dalam proyek tersebut.
"Terkait dengan kegiatan penyelidikan kereta cepat atau Whoosh saat ini masih terus berproses dan penyidik tentunya juga terus melakukan pendalaman. Serta, permintaan keterangan kepada sejumlah pihak yang tentunya pengetahuannya dibutuhkan untuk menemukan adanya dugaan peristiwa pidananya," ujar Budi saat dikonfirmasi, Rabu 9 September 2026.
Budi menjelaskan, KPK belum dapat menyampaikan secara terbuka mengenai konstruksi perkara maupun pihak-pihak yang telah dimintai keterangan. Hal itu lantaran penanganan perkara masih berada pada tahap penyelidikan.
"Tapi memang karena ini masih di tahap penyelidikan. KPK belum bisa membuka secara luas bagaimana konstruksi dan sebagainya," katanya.
Budi memastikan proses penyelidikan berjalan secara positif. Menurutnya, pihak-pihak yang dimintai keterangan sejauh ini memberikan informasi yang dibutuhkan tim penyelidik KPK.
"Ya tentunya progres penyelidikannya juga berjalan secara positif. Artinya pihak-pihak yang dimintai keterangan juga memberikan keterangan yang dibutuhkan oleh tim penyelidikan KPK," ujar Budi.
Budi juga memastikan tidak ada institusi tertentu yang menghambat proses penyelidikan. Menurutnya, perkembangan perkara berkaitan dengan strategi serta manajemen penanganan perkara di KPK.
"Tidak ada. Jadi memang ini masih terus berproses, ini soal manajemen penanganan perkara saja, karena memang ini kan penyelidikan terbuka," kata Budi
"Di sisi lain juga banyak kegiatan penyelidikan tertutup yang KPK lakukan. Sehingga ini juga bagaimana strategi dan manajemen penanganan perkara di KPK," kata Budi menjelaskan.
Mengenai jumlah pihak yang telah dimintai keterangan. Budi mengatakan data tersebut masih akan dicek. Ia menyebut jumlahnya sudah cukup banyak.
"Untuk totalnya nanti kami cek ya. Karena memang sudah cukup banyak juga yang dilakukan permintaan keterangan dan pihak-pihak tersebut tentunya juga kooperatif memberikan keterangan-keterangan," ujar Budi.
KPK juga belum mengungkap apakah pihak kontraktor konstruksi termasuk dalam pihak yang telah diperiksa. Budi mengatakan, lembaga antirasuah masih merahasiakan profil dan identitas pihak-pihak yang dimintai keterangan.
"Untuk detailnya pihak-pihak siapa saja, kami memang belum bisa membuka profil, identitas atau dari pihak mana. Termasuk pihak swasta atau pihak penyelenggara pengadaan ataupun pihak-pihak lainnya yang terkait, kami belum bisa update," ujarnya.
Budi menegaskan, KPK akan terus melanjutkan penyelidikan perkara yang berkaitan dengan proyek kereta cepat tersebut. "Namun kami pastikan penyelidikan perkara terkait dengan kereta cepat ini juga masih terus berjalan," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....