Angka Pengguna Narkoba di Banda Aceh Setiap Tahun Meningkat
- 06 Jan 2023 13:13 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh : Kepala BNN Kota Banda Aceh Masduki, SH, MH mengatakan, berdasarkan data yang tersedia, dapat diketahui bahwa angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Provinsi Aceh mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
"Pada tahun 2019, angka prevalensi penyalahgunaan narkoba setahun pakai di Provinsi Aceh sebesar 56.192 orang atau 1,30%, dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 56.276 orang atau 1,45 persen," kata Masduki kepada wartawan di Banda Aceh, Jumat (7/1/2023).
Sementara itu, sambungnya, angka prevalensi penyalahgunaan narkoba pernah pakai pada tahun 2019 sebesar 82.415 orang atau 2,80%, dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 82.555 orang atau 2,97%.
"Oleh karena itu, upaya deteksi dini dan rehabilitasi yang dilakukan oleh BNN Kota Banda Aceh sangat penting untuk menanggulangi permasalahan penyalahgunaan narkoba di Provinsi Aceh," ujarnya.
Menurutnya, upaya deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkoba di Kota Banda Aceh dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banda Aceh melalui berbagai kegiatan, salah satunya adalah pemeriksaan urine.
"Sepanjang tahun 2022, BNN Kota Banda Aceh telah menyasar sebanyak 1.383 orang yang terdiri dari instansi pemerintah, swasta, masyarakat, dan pendidikan," ujarnya.
Selain itu, kata Masduki, BNN Kota Banda Aceh juga melakukan layanan rawat jalan terhadap 13 orang klien di bidang rehabilitasi. "Layanan ini diberikan di Klinik Pratama BNN yang telah melayani 142 orang masyarakat," ucapnya.
Di samping itu, BNN Kota Banda Aceh juga membentuk Unit Layanan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di Gampong Lampulo yang diberi nama "JRA Han Jra". IBM ini memiliki 4 orang agen pendampingan layanan yang bertugas memberikan rehabilitasi. Selama tahun 2022, IBM JRA Han Jra telah memberikan layanan rehabilitasi kepada 4 orang klien yang berasal dari Gampong Lampulo dan sekitarnya.
Selain itu, Masduki juga memaparkan, pada tahun 2022, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banda Aceh melakukan upaya "soft power approach" melalui seksi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dengan menyelenggarakan sosialisasi bahaya narkoba sebanyak 50 kegiatan yang menyasar sekitar 10 ribu orang di berbagai instansi pemerintah, swasta, masyarakat, dan pendidikan.
"BNN juga menguatkan nilai-nilai "war on drugs" melalui kegiatan penyebarluasan lagu mars BNN sebanyak 15 kegiatan di radio, mobil menyapa, dan sekolah-sekolah," katanya.
Dalam upaya pencegahan, kata Masduki yg juga turut didampingi pejabat BNN Kota Banda Aceh, BNN juga melakukan "smart power approach" dengan penyebarluasan informasi melalui media sosial, dengan memuat sekitar 300 postingan kegiatan informasi dan edukasi tentang narkoba di akun sosial media BNN Kota Banda Aceh. Selain itu, BNN juga memanfaatkan media luar ruang seperti baliho, spanduk, stiker, dan kegiatan kampanye dialogis atau saweu keudee kupi.
"BNN Kota Banda Aceh juga mempromosikan "war on drugs" melalui berbagai kegiatan olahraga komunitas, seperti turnamen futsal U-23, turnamen badminton, bersepeda, dan tenis meja. Di bidang pemberdayaan masyarakat, BNN Kota Banda Aceh telah memberikan pembinaan dan pendampingan program di 6 desa bersinar di Kota Banda Aceh, serta memberikan pelatihan dan penguatan ketahanan keluarga kepada 5 keluarga di Kota Banda Aceh. BNN juga telah membentuk dan membekali 65 penggiat anti narkoba di lingkungan pendidikan, masyarakat, dan instansi pemerintah," jelasnya.
Masduki mengatakan, untuk pemberantasan, BNN Kota Banda Aceh telah melakukan razia dan penggeledahan sebanyak 45 kali, dengan menangkap 77 pelaku dan mengseize barang bukti sebanyak 836 kg narkoba jenis sabu-sabu, ganja, dan ekstasi. Selain itu, BNN juga telah melakukan pemusnahan barang bukti narkoba sebanyak 3,2 ton di TPI Kuta Alam.
"Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya BNN Kota Banda Aceh dalam melakukan "war on drugs" di tahun 2022, dengan tujuan untuk mencegah dan mengurangi penyalahgunaan narkoba serta meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba," kata Masduki. (Reporter : Rahmat Akbar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....