Zakat Hijau Mengatasi Kemiskinan dan Melestarikan Bumi
- 20 Sep 2024 16:48 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Zakat, sebagai salah satu rukun Islam, memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Selain membantu fakir miskin, zakat juga berfungsi sebagai instrumen efektif untuk mengatasi permasalahan lingkungan. Zakat hijau menggabungkan nilai agama dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Menurut Andi Wijaya, penggagas sedekah sampah Palembang, saat menjadi narasumber acara Mozaik Indonesia di studio Pro 1 RRI Palembang pada Selasa (17/9/2024), menjelaskan pentingnya zakat hijau. Ia menyampaikan bahwa terdapat kaitan erat antara kemiskinan dan kerusakan lingkungan. Kemiskinan mendorong masyarakat untuk mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan, yang pada akhirnya merusak lingkungan.
Andi Wijaya menekankan bahwa menjadi tanggung jawab umat Islam untuk mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan hidup berdampingan dengan alam secara harmonis. Kesadaran ini harus ditanamkan agar masyarakat memahami dampak dari tindakan mereka terhadap lingkungan.
Untuk mengimplementasikan zakat hijau, diperlukan kerjasama yang baik antara lembaga zakat, pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi riset terhadap identifikasi kebutuhan, pengembangan program inovatif, serta kemitraan dan evaluasi. Monitoring yang efektif juga sangat penting dalam proses ini, tambah Andi Wijaya.
Diharapkan, dengan adanya zakat hijau, manfaatnya dapat dirasakan melalui keterlibatan masyarakat secara aktif. Program-program yang dilaksanakan harus cenderung lebih berkelanjutan, sehingga masyarakat memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap keberhasilan program. Ini sekaligus dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan hidup berkelanjutan.
Dengan kolaborasi yang baik, zakat hijau dapat menjadi solusi nyata untuk merawat bumi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....