Wisata Edukasi Membuat Gerabah di Museum Seni Rupa dan Keramik

  • 25 Nov 2022 15:45 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Museum tidak lagi menjadi tempat yang kuno dan membosankan. Museum juga bisa menjadi tempat yang mengasikan bagi kalangan anak muda untuk belajar dan terlibat langsung membuat kreasi karya seni.

Seperti yang ada di Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta. Tidak hanya sekedar memperkenalkan sejarah seni rupa akan tetapi menyediakan fasilitas kepada pengunjung untuk belajar membuat gerabah.

Museum Seni Rupa dan Keramik yang berada di Kawasan Kota Tua Jakarta buka setiap harinya dari hari Selasa - Minggu dan menyediakan fasilitas workshop gerabah mulai pukul 09.00 - 15.00 WIB. Dibukanya kesempatan mengikuti workshop itupun rupanya membuat masyarakat yang berkunjung ke Museum terlihat penasaran dan antusias untuk mencoba membuat gerabah meski tangan harus sedikit kotor oleh bahan-bahan gerabah sejenis tanah liat.

Banyak diantara pengujung yang baru pertama kali mencoba mengikuti workshop gerabah. Seperti disampaikan salah seorang pengunjung Susilowati Dhiyah Utami dan kedua temannya, meski sebenarnya mereka sudah lama ingin mencoba membuat gerabah di museum tersebut.

“Sebelumnya memang udah di rencanakan mengikuti workshop, dan ini ternyata seru, asik, bisa ngebentuk-bentuk apa yang kita mau kaya asbak, mangkok, gelas-gelas,” ucap Dhiyah (Jumat 25/11/2022).

Workshop gerabah tidak hanya diminati oleh kalangan remaja saja tetapi banyak juga diminati anak-anak.

Program workshop gerabah di Museum Seni Rupa dan Keramik, sudah ada sejak tahun 2004 dan sempat berhenti akibat adanya pandemi covid-19.

Menurut Instruktur Workshop Gerabah Hendra, ada 3 macam bahan yang digunakan untuk pembuatan gerabah, namun jenis tanah yang digunakan dalam workshop merupakan Earthenware, dengan warna sedikit lebih gelap. Disebutkan, membuat gerabah ternyata tidak segampang yang dilihat saja dan tentunya ada teknik-teknik tertentu dalam proses pembuatannya.

“Membuat gerabah itu seperti kita belajar sepeda. Belajar sepeda kan kadang-kadang perlu kecepatan, kalau belajarnya lama mereka harus mengulang-ulang,” kata Hendra.

Meski workshop relative singkat waktunya, pembelajarannya dilakukan dengan proses tahap demi tahap, meliputi pemahaman tentang bahan tanah yang digunakan dan Teknik pembuatan gerabah, kemudian percobaan membuat gerabah yang dibimbing dan dibantu instruktur maupun asisten, hingga mencoba berkreasi secara mandiri sesuai dengan ide dan selera peserta.

“Pertama pengenalan tanah liatnya, kemudian dalam pembuatan gerabah pertama kita bimbing dan kita bantu sampai 60%, selanjutnya pembuatan kedua bantuan hanya 20%, selanjutnya kita biarkan untuk membuat sendiri,” ucap Hendra.

Dalam sehari Workshop Gerabah ini rata-rata bisa menghabiskan sekitar 50 psc tanah liat, sedangkan jika ada kunjungan rombongan anak sekolah bisa menghabiskan 200 psc lebih. Untuk bisa mengikuti workshop gerabah, pengunjung membayar Rp. 50.000 per orang, selain mendapatkan tanah liat juga mendapatkan dus untuk menyimpan gerabah yang telah kering.


(Nabilah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....