Fakta Menarik di Balik Dominasi Pelari Rekreasi
- 29 Mei 2024 04:42 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarbaru: Lomba lari 5K Banua Running Challenge 2024 telah digelar di kawasan perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Minggu (26/5/2024).
Kompetisi olahraga ini merupakan rangkaian kedua dari hari sebelumnya. Kategori "5K Fun Run" kali ini diikuti oleh 568 peserta terdiri dari pelari lokal, luar Kalimantan bahkan mancanegara.
Seperti halnya yang terjadi pada berbagai lomba serupa di seluruh Indonesia, acara ini kembali didominasi oleh pelari rekreasi. Siapakah mereka?
Tampaknya kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat semakin meningkat. Tren olahraga lari atau yang sekarang lebih familiar dengan istilah 'tiba-tiba maraton' mulai menarik perhatian masyarakat. Hal ini ditandai dengan menjamurnya kompetisi maraton di berbagai daerah di Indonesia.
Tren ini semakin ramai dengan banyaknya tokoh dan selebriti yang mulai ikut meramaikan olahraga ini. Mereka berlomba-lomba mengikuti sejumlah maraton di mancanegara yang kemudian dibagikan ke media sosial sebagai inspirasi bagi para pengikutnya.
Terdapat tiga kategori pelari yaitu pelari rekreasi alias "fun", pelari prestasi atau profesional, dan pelari yang bertujuan untuk alasan kesehatan. Pelari rekreasi adalah mereka yang mencari kesenangan dari olahraga lari dan tidak menganggap bahwa lomba adalah kompetisi serius.
Tujuan menggeluti hobi ini untuk mendapat manfaat kesehatan baik fisik maupun mental. Berlari merupakan olahraga keseharian yang mudah dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Tujuannya di antaranya adalah bisa berkumpul bersama teman, melihat pemandangan baru, dan menghilangkan rasa penat dari aktivitas sehari-hari. Selain itu membuat konten kreatif, mengenakan pakaian berkualitas ala pelari profesional dan mengoleksi medali penamat lomba "finisher medals" dari berbagai kompetisi adalah hal yang paling dicari dari tipe pelari ini.
"Tidak ada persiapan khusus, yang penting tidak memaksakan diri harus menjadi juara, sesuaikan kemampuan diri masing-masing saja," ujar Tulus Gunardi, salah satu peserta lomba berusia 62 tahun.
Menurut Tulus, lomba ini bersifat sportif rekreatif, dilakukan dengan hati gembira. "Saya juga banyak mendapat teman baru dari beberapa komunitas pelari disini," katanya.
Pelari rekreasi biasanya berlari secara individu, dengan teman, atau sebagai bagian dari klub/komunitas lari. Mereka memilih jarak dan kecepatan yang nyaman bagi mereka serta berpartisipasi dalam lomba-lomba lokal sebagai motivasi atau tantangan pribadi.
Jenis lomba maraton yang paling digemari adalah 5K karena ini merupakan jarak terpendek yaitu 5 kilometer saja dibanding kelas lari jarak jauh atau maraton lainnya yang dapat mencapai 42,195 kilometer.
Mereka yang tergabung dalam komunitas biasanya dibimbing oleh pelatih. Namun sebagian ada juga yang tanpa pelatih tetapi aktif saling berbagi informasi antar sesama.
Mereka juga mengadopsi dan menerapkan pola latihan pelari profesional yang dikemas menjadi lebih mudah untuk dipahami dan dijalani bersama-sama. Tak heran jika fenomena munculnya pelari rekreasi sangat mendominasi di berbagai kompetisi lari bergengsi yang ada di seluruh penjuru Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....