Perkembangan Seni Mural di Indonesia
- 19 Jun 2024 15:52 WIB
- Voice of Indonesia
KBRN, Jakarta: Sejarah seni mural di Indonesia sendiri sudah ada sejak zaman mesolitikum (10.000-5.000 SM). Kemunculan seni mural tersebut didapatkan pada gambar-gambar pada dinding gua, yang kemudian berkembang saat memasuki masa revolusi pada 1945-1949.
Mengutip dari laman Kemenparekraf Rabu (19/6) kemunculan seni mural kala itu kerap digunakan sebagai bentuk protes. Hal ini bisa dilihat dari munculnya mural-mural yang berisikan tulisan penuh semangat dan amarah, seperti “Merdeka Ataoe Mati” yang menunjukkan bentuk protes kedatangan kembali penjajah kala itu. Bahkan, penggunaan seni mural pun juga tidak bisa dipisahkan dari runtuhnya Orde Baru.
Sejak saat itu, seni mural di Indonesia semakin berkembang dan kerap digunakan sebagai bentuk kritik terhadap keadaan sosial. Bahkan, semakin banyak individu maupun kelompok yang mulai menciptakan sebuah karya seni mural sebagai bentuk kritik.
Seperti di antaranya adalah Lembaga Kebudayaan Kerakyatan Taring Padi dan Apotik Komik yang menyelenggarakan pameran seni rupa publik bertajuk “Sakit Berlanjut” di Yogyakarta pada 1999.
Banyaknya seni-seni mural di berbagai dinding jalanan, tentunya tidak bisa dipisahkan dari kehadiran seniman-seniman mural lokal di Indonesia. Tidak main-main, justru banyak karya seniman mural Indonesia yang terkenal dengan memiliki banyak karya-karya unik dan mendunia.
Sebut saja salah satu seniman mural Indonesia yang sukses di subsektor seni rupa adalah Darbotz. Seniman mural yang baru saja menggelar pameran tunggal di Srisanti Gallery, Yogyakarta ini terkenal dengan karya-karyanya yang didominasi warna monokromatik hitam-putih.
Berkat karya-karyanya yang unik dan berkarakter, Darbotz kerap diundang untuk mengikuti eksibisi di berbagai negara, seperti: Singapura, Hong Kong, Malaysia, Prancis, Jepang, Filipina, hingga Australia.
Selanjutnya, ada seniman bernama Prayudi Herlambang. Seniman mural yang akrab disapa Herzven ini sudah menciptakan berbagai macam karya yang sudah dikenal mendunia. Bahkan, dirinya pun pernah menjadi perwakilan Indonesia dalam acara World Wide Walls di Distrik Mina, Doha pada 26 November hingga 2 Desember 2023 kemarin.
Tak hanya pria, seniman mural Indonesia juga ada yang perempuan. Adalah Hana Madness, seniman mural Indonesia yang turut dikenal sebagai seniman disabilitas mental dan juga seorang aktivis. Berbeda dengan mural lainnya, ciri khas karya Hana Madness ada pada lukisan doodle yang unik. Berkat keunikannya, seniman mural perempuan satu ini pun sudah mencetak berbagai prestasi, salah satunya masuk dalam daftar “11 Inspiring Figures” versi Tatler Sia pada 2020.
Sumber: Kemenparekraf
News Recomendation
Loading latest news.....