Kesenian Kentrung Di Tengah Gempuran Teknologi Modern

  • 16 Mei 2024 18:11 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Di tengah gempuran teknologi modern yang sangat cepat pada era sekarang, kesenian kentrung mengalami tantangan. Namun demikian, hingga saat ini kesenian kentrung masih bertahan meski tidak banyak orang yang mengenal.

Kesenian tidak hanya sebagai identitas kultural yang memiliki fungsi ritual suatu kelompok yang mendukungnya. Namun juga sekarang dituntut untuk menjadi hiburan yang memuat unsur komersial.

Eksistensi kesenian tradisional berada pada benturan antara nilai tradisional yang harus terus dijaga. Seperti harmoni, keselarasan, dan mistis dengan nilai-nilai kontenporer yang diorganisasi oleh perkembangan tekonologi informasi, konsumsi budaya, dan permainan media massa.

Sajian kesenian kentrung terdiri dari seorang dalang, ditambah beberapa orang yang menabuh instrumen rebana, dan memberi selingan parikan disertai tingkahan (senggakan). Orang yang berperan sebagai tambahan tersebut dinamakan panjak.

Namun, pada umumnya kesenian kentrung dimainkan secara tunggal, yang hanya terdiri dari dalang dan posisi panjak dirangkap oleh dalang. Jadi, instrumen kentrung dapat ditabuh oleh dalang maupun orang yang berposisi sebagai panjak.

Cerita yang digunakan dalam kesenian ini bertemakan cerita-cerita Islam maupun babad Jawa dengan menyisipkan pantun yang dinyanyikan. Alat musik yang digunakan adalah dua buah rebana berukuran kecil dan besar, sehingga suara yang dihasilkan seperti pertunjukan musik.

Namun jika dipahami lebih dalam mengenai isi pesan yang disampaikan merupakan sastra lisan (floklor lisan). Kentrung biasanya dipentaskan dalam upacara tradisi masyarakat seperti siklus hidup, nadzaran, sedekah bumi, dan acara lain, dengan cerita yang dibawakan juga disesuaikan dengan tujuan ritual atau hajat yang diminta oleh penyelenggara.

Pesebaran kesenian ini meliputi wilayah pesisir utara Jawa Tengah hingga wilayah Jawa Timur. Di era sekarang kesenian ini sangat langka karena populasinya sedikit dan ketahanan hidup yang dimilikinya sangat butuh perjuangan.



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....