Lomba Cipta Daerah Nusantara Hasilkan 12 Finalis

  • 04 Des 2023 14:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Sebanyak 12 lagu berhasil menjadi grand finalis dalam lomba cipta lagu daerah nusantara yang diselenggarakan Radio Republik Indonesia (RRI). Musisi dan komposer senior Dwiki Dharmawan mengatakan, proses seleksi pemilihan lagu daerah nusantara sudah berlangsung sejak tiga bulan lamanya.

"Proses seleksi sudah dilakukan sejak tiga bulan lamanya. Sejak September, Oktober, dan November," kata Dwiki kepada RRI.co.id, Senin (4/12/2023).

Adapun ke-12 grand finalis tersebut yakni, Nagroe Aceh Darusalam (NAD), Sumatera Utara, Bangka Belitung, Jawa Tengah. Kemudian Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timus, Maluku, dan Papua.

Dwiki mengatakan, nantinya para finalis akan hadir dalam Grand Final yang berlangsung pada 21 Desember 2023 di Auditorium Abdulrahman Saleh, RRI, Jakarta. "Dan akan disiarkan secara live di RRI dan RRI Net," ucapnya.

Menurutnya, yang menjadi ciri khas dalam lagu-lagu tersebut adalah bagaimana para peserta dapat merepresentasikan keindahan dan rasa syukur. Sekaligus merepresentasikan suasana dari daerahnya masing masing dengan semangat yang ada di daerah tersebut.

"Sejumlah dewan juri akan memberikan penilaian di antaranya Sundari Soekotjo, kemudian Dr. Helvy Tiana Rosa. Ada pula Viky Sianipar dan Trie Utami," katanya.

Dwiki berharap, melalui lagu menggunakan bahasa daerah dapat meningkatkan musik di Indonesia. Terlebih, bahasa daerah saat ini mulai beranjak punah.

"Penggunaan bahasa yang kadang-kadang hampir punah yang sudah tidak digunakan lagi menjadi meningkat kembali ada apresiasi terhadap bahasa daerah kita yang sangat kaya ini. Melalui lagu melalui musik ini sangat tepat sekali," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Program dan Produksi LPP RRI Mistam mengatakan, RRI bertugas untuk menumbuhkembangkan dan memajukan budaya Indonesia. "RRI itu mengawal identitas Indonesia, dalam arti budaya harus ditumbuhkembangkan dan bagaimana memajukan budaya yang ada di Indonesia," kata Mistam.

Dia menilai, kegiatan ini merupakan inovasi baru tidak hanya sebatas memperkenalkan. Namun melakukan revitalisasi menggairahkan kesenian daerah.

"Di mana Mas Dwiki ini sangat expert dan konsen di sana. Sehingga RRI mendorong kegiatan ini," ujarnya.

Mistam berharap kegiatan ini bukan hanya sebatas letupan sekali semata demi memajukan kebudayaan bangsa. "Sehingga tahun tahun yg akan datang itu bisa kita selenggarakan kembali karena apa? Ini dalam rangka untuk memajukan kebudayaan kita," ujar Mistam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....