JIPFest 2026 Angkat Tema Resilience, Hadirkan Karya Fotografi dari 19 Negara
- 12 Sep 2026 01:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- JIPFest 2026 mengangkat tema “Resilience” untuk melihat cara manusia beradaptasi menghadapi perubahan dan ketidakpastian kehidupan.
- Festival menghadirkan lebih dari 50 proyek fotografi, instalasi, dan multimedia dari 19 negara pada 11–20 September 2026.
- JIPFest 2026 menghadirkan 29 program publik serta JIPFest Connect dan Indonesia Photo Fair untuk memperluas kolaborasi fotografi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Jakarta International Photo Festival (JIPFest) 2026 berlangsung 11–20 September di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat tahun ini. Festival fotografi keenam ini menghadirkan lebih dari 50 proyek fotografi, instalasi, dan multimedia dari 19 negara untuk publik.
JIPFest tahun ini mengangkat tema Resilience yang membahas cara manusia menghadapi ketidakpastian dan perubahan kehidupan sehari-hari saat ini. Tema tersebut juga menyoroti proses beradaptasi, memulihkan diri, membangun solidaritas, serta menemukan cara baru untuk terus tumbuh bersama.
"Melalui fotografi, pengalaman menghadapi perubahan dapat dipahami dari berbagai konteks dan sudut pandang," kata Kurator JIPFest 2026 Chelsea Chua dalam konferensi pers JIPFest 2026, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat, 11 September 2026. Menurutnya, fotografi menjadi medium untuk membicarakan pengalaman manusia sekaligus membuka ruang bagi beragam perspektif pengunjung selama festival.
"Tema Resilience merespons perubahan yang membentuk kehidupan manusia, mulai krisis iklim, tekanan ekonomi, hingga dinamika sosial budaya. Karya festival menawarkan perspektif personal mengenai ketangguhan, harapan, dan solidaritas manusia bersama," ucapnya.
Melalui JIPFest Open Call 2026, Chelsea bersama kurator Yoppy Pieter memilih 22 proyek dari 408 proposal 58 negara. Proyek terpilih mewakili 19 negara dan memperlihatkan pengalaman personal serta kolektif dalam menghadapi berbagai kondisi yang tidak pasti.
"Proyek terpilih mewakili 19 negara dan memperlihatkan pengalaman personal serta kolektif menghadapi kondisi tidak pasti," kata Chelsea. Selain pameran, JIPFest menghadirkan 29 program publik dengan melibatkan 52 fotografer, seniman, pembicara, serta praktisi lintas disiplin aktif.
Program tersebut mencakup Walking Tour, Artist Talk, Discussion, Portfolio Review, Workshop, dan Public Lecture yang terbuka bagi pengunjung. JIPFest 2026 juga memperkenalkan JIPFest Connect untuk memperluas kolaborasi bersama lembaga, komunitas, institusi, dan pelaku industri kreatif Indonesia.
"Program publik mencakup Walking Tour, Artist Talk, Discussion, Portfolio Review, Workshop, dan Public Lecture bagi pengunjung festival," katanya. Lebih dari 30 fotografer, seniman, pegiat fotografi, serta praktisi lintas medium terlibat dalam program kolaborasi selama festival berlangsung.
Rangkaian JIPFest 2026 dilengkapi Indonesia Photo Fair 18–20 September di Galeri Emiria Soenassa dan Galeri S. Sudjojono, TIM. Indonesia Photo Fair mempertemukan fotografer, penerbit, kolektor, industri, komunitas, serta publik dalam ruang yang memadukan fotografi dan kebudayaan.
"JIPFest Connect memperluas kolaborasi festival dengan berbagai pihak, termasuk lembaga, komunitas, institusi, dan pelaku industri kreatif. Rangkaian tersebut mempertemukan berbagai pelaku fotografi dan publik dalam ruang kreatif yang menghubungkan karya, kebudayaan, serta pasar," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....