Film 'Hasut' Hadirkan Horor Lewat Teror Suara dan Psikologis
- 11 Sep 2026 17:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hasut menjadi debut penyutradaraan Ilya Sigma dengan konsep horor yang mengandalkan teror suara.
- Film mengikuti empat sahabat yang diteror suara gaib saat melakukan perjalanan penyembuhan di tengah hutan.
- Hasut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Film horor-misteri Hasut mengusung konsep berbeda dengan mengandalkan teror suara, bukan penampakan atau jumpscare. Film produksi Tuta Films ini menjadi debut penyutradaraan Ilya Sigma.
Konsep tersebut diperkenalkan melalui official trailer dan poster Hasut. Trailer memperlihatkan empat sahabat yang justru saling mencurigai setelah mendengar suara-suara gaib di tengah hutan.
Keempat karakter tersebut diperankan Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova. Rencana mereka melakukan perjalanan untuk healing berubah menjadi teror ketika suara-suara misterius mulai menghasut mereka.
Hutan menjadi latar utama yang memiliki peran penting dalam cerita. Suasana awalnya terlihat tenang, tetapi berubah menjadi kacau ketika suara-suara gaib mulai muncul dan mendorong para karakter saling melukai.
Ilya Sigma mengatakan, Hasut menawarkan pendekatan horor yang berbeda karena sebagian besar adegannya berlangsung pada siang hari. Misteri dalam film dibangun melalui suara yang menjadi sumber ketakutan, bukan kemunculan entitas.
“Film Hasut akan menyajikan konsep horor yang unik karena banyak terjadi di siang hari dengan setting hutan. Nuansa misterinya dibangun dari suara-suara yang muncul, alih-alih entitas seperti kebanyakan horor saat ini,” ujar Ilya Sigma dalam keterangan resmi, Kamis, 10 September 2026.
Menurut Ilya, pendekatan tersebut juga membuat Hasut tidak hanya menghadirkan ketegangan. Film ini mengajak penonton mengikuti perjalanan manusia sekaligus melakukan refleksi terhadap ketakutan dan luka yang mereka miliki.
Film ini diproduseri Putrama Tuta dan Siera Tamihardja, dengan Nick Musa sebagai ko-produser. Ceritanya mengeksplorasi luka dan trauma melalui perjalanan empat sahabat yang berada di tengah hutan.
Siera Tamihardja mengatakan, para karakter dalam Hasut digambarkan seperti orang-orang yang baik-baik saja. Namun, mereka sebenarnya menyimpan berbagai persoalan dan luka yang belum terselesaikan.
“Latar hutan juga menjadi simbol alam bawah sadar yang menyimpan semua luka kita. Luka itu mau tidak mau harus kita hadapi, meski meneror hati dan pikiran,” kata Siera.
Karina Salim memerankan Vira, seorang healer yang mengajak adiknya, Rere, serta dua temannya melakukan ritual penyembuhan di hutan. Menurutnya, lokasi tersebut menjadi salah satu bagian yang menyenangkan sekaligus menantang selama produksi.
Karina juga menilai film ini menawarkan refleksi bagi penonton setelah menyaksikan ceritanya. Ia berharap penonton mempertanyakan kembali bagaimana mereka merespons pengaruh orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
“Ada sesuatu yang bisa dibawa pulang setelah menonton Hasut, seperti refleksi atas diri yang mendalam. Apakah selama ini saya mudah dihasut, atau justru tanpa sadar saya yang menghasut orang-orang?” ujar Karina.
Sementara itu, Rachel Amanda tampil dengan karakter yang berbeda dari peran-peran sebelumnya melalui sosok Rere. Karakter tersebut digambarkan menyebalkan dan berusaha menghindari luka masa lalu dengan melampiaskan kemarahannya kepada sang kakak.
Rachel mengaku perannya juga menuntut kesiapan fisik selama menjalani proses syuting. Ia harus menjalani sejumlah adegan, mulai dari berguling hingga diikat di pohon.
“Di film ini, aku banyak disiksa. Ada adegan aku harus guling-guling, diikat di pohon, dan beberapa adegan yang lumayan menguras fisik,” ujar Rachel Amanda.
Official poster Hasut turut menampilkan empat karakter utama dengan latar kekacauan dan teror. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....