'Pinjam Kesedihan', Arswendy Bening Swara Resapi Peran Bapak di Film 'Laut Bercerita'
- 09 Sep 2026 20:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Arswendy Bening Swara dan Christine Hakim memerankan orang tua tokoh Biru Laut dalam film Laut Bercerita, menampilkan kesedihan dan harapan keluarga yang kehilangan anaknya.
- Arswendy menggunakan pengalaman emosional nyata dari teman dekatnya yang anaknya hingga kini belum kembali setelah menghilang sebagai referensi untuk memperdalam perannya.
- Kedua aktor berusaha menghadirkan emosi mendalam meliputi kesedihan, penantian, dan harapan dalam menggambarkan dinamika keluarga yang mengalami kehilangan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Arswendy Bening Swara dan Christine Hakim mendalami peran sebagai orang tua Biru Laut dalam film Laut Bercerita. Keduanya berusaha menghadirkan kesedihan, penantian, dan harapan keluarga yang kehilangan anaknya.
Arswendy mengaku menggunakan pengalaman nyata seseorang yang dikenalnya sebagai referensi emosional. Ia berteman dengan anak dari seorang ayah yang hingga kini belum kembali setelah menghilang.
“Bukan kebetulan tapi saya sedang berteman juga dengan salah satu anak yang bapaknya belum kembali. Jadi saya coba meminjam kesedihannya,” ujar Arswendy saat konferensi pers di XXI Plaza Senayan, Rabu, 9 September 2026.
Ia menyebut anak tersebut masih berusia sekitar tiga hingga empat tahun ketika ayahnya menghilang. Ia kemudian mencoba memahami kesedihan keluarga tersebut melalui percakapan personal.
“Saya bukan aktor yang banyak teori, jadi saya cuman pinjam saja kesedihannya. Saya coba membayangkan tokoh ayah ini, bagaimana dia sangat-sangat percaya anaknya akan kembali meskipun dia tau gak akan kembali,” katanya.
Dalam film, Arswendy memerankan Bapak Wibisana yang tetap menyimpan harapan. Ia memahami kemungkinan terburuk, tetapi memilih mempercayai bahwa anaknya suatu hari akan pulang.
Karakter tersebut juga digambarkan memiliki sisi sentimental dan romantis. Ia menyukai lagu-lagu The Beatles dan menjalani berbagai kebiasaan sederhana bersama keluarganya.
Bahkan setelah Laut menghilang, sang ayah tetap menyiapkan piring dan kursi untuk anaknya. Kebiasaan itu dilakukan dengan harapan Laut akan kembali ke rumah.
“Si tokoh Bapak ini sangat sentimental ya romantis. Pada saat Laut gak kembali dia tetap menyiapkan piring kursi buat Laut dengan harapan anaknya akan kembali,” ucapnya.
Sementara itu, Christine Hakim berusaha menggali karakter ibu Biru Laut melalui pengalaman sebagai seorang ibu. Ia bersyukur masih dapat mendampingi anak-anaknya dalam film dan menjalani kehidupan hingga saat ini.
“Menjadi ibu bagi semua keluarga di dalam dunia film, saya juga harus syukuri,” ujar Christine. Ia menyebut pengalaman tersebut membantunya memahami perasaan seorang ibu yang terus menunggu kepulangan anak.
Dalam Laut Bercerita, Christine menggambarkan sosok ibu yang tidak pernah kehilangan harapan. Ia tetap percaya bahwa suatu hari Biru Laut akan kembali ke rumah.
Bagi Christine, harapan seorang ibu tidak mudah padam meskipun keadaan menghadirkan ketidakpastian. Perasaan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun hubungan emosional keluarga Biru Laut.
“Sebagai ibu dari Laut, harapan yang pasti tidak akan pernah berhenti. Berharap suatu hari dia akan kembali dan bisa memeluk anaknya,” ujarnya.
Film Laut Bercerita diadaptasi dari novel karya Leila S. Chudori dan disutradarai Yosep Anggi Noen. Film ini dibintangi Reza Rahadian sebagai Biru Laut, Yunita Siregar sebagai Asmara Jati, serta Christine Hakim dan Arswendy Bening Swara.
Laut Bercerita akan menjalani world premiere dalam Main Competition Busan International Film Festival 2026. Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 29 Oktober 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....