Yosep Anggi Noen Ceritakan Tantangan Bawa Novel 'Laut Bercerita' ke Layar Lebar
- 09 Sep 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sutradara Yosep Anggi Noen menghadapi tantangan utama dalam menerjemahkan dunia novel ke pengalaman visual untuk film Laut Bercerita.
- Proses adaptasi memerlukan kolaborasi intensif antara Yosep Anggi Noen dan Leila S. Chudori untuk menentukan bagian cerita mana yang dipertahankan dan mana yang dihilangkan.
- Film Laut Bercerita merupakan adaptasi dari novel bestseller, menghadirkan kompleksitas dalam memilih elemen naratif yang paling tepat untuk medium sinematik.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sutradara Laut Bercerita Yosep Anggi Noen berupaya menerjemahkan dunia novel ke dalam pengalaman visual. Menurutnya, tantangan terbesar adalah memilih bagian cerita yang paling tepat untuk dibawa ke layar lebar.
Film tersebut merupakan adaptasi novel bestseller karya Leila S. Chudori. Anggi bersama Leila harus menentukan bagian yang dipertahankan dan bagian yang tidak dimasukkan dalam film.
“Memang tugas terberat saya adalah memilih sisi mana yang harus kita tampilkan dalam film dan mana yang tidak. Itu pada proses penulisan itu sudah kita kerjakan,” ujar Anggi saat konferensi pers di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Dalam proses kreatifnya, Anggi juga memanfaatkan kedekatannya dengan Yogyakarta. Ia tumbuh di daerah tersebut, sementara sebagian besar latar dalam novel juga berada di Yogyakarta.
Anggi bahkan mengenali sejumlah lokasi yang disebut dalam novel karena pernah melewati kawasan tersebut. Kedekatan itu membantunya menghadirkan visualisasi lokasi yang menurutnya lebih akurat dan personal.
“Saya ingin menunjukkan universe yang saya kenali sejak kecil,” kata Anggi. Baginya, detail tempat menjadi bagian penting untuk membangun dunia Laut Bercerita.
Namun, Anggi menilai dunia film tidak hanya dibangun melalui lokasi dan ruang. Ia juga ingin menghadirkan energi anak muda yang menjadi nyawa dari cerita tersebut.
“Universe itu tidak melulu soal tempat, tidak melulu soal space, tapi soal nyawa. Maka nyawa itu muncul dari tokoh-tokoh anak-anak muda dalam film ini,” ujarnya.
Keseriusan membangun dunia cerita juga terlihat dari proses produksi yang dilakukan. Salah satunya ketika tim sengaja menanam jagung untuk kebutuhan adegan di kawasan Belangguan.
Dalam novel, terdapat adegan ketika Laut dan kelompok Winatra tiarap di tengah ladang jagung. Mereka bersembunyi karena berada dalam pengawasan aparat.
Anggi kemudian meminta tim menanam jagung khusus untuk kebutuhan pengambilan gambar. Tinggi tanaman tersebut disesuaikan dengan kebutuhan visual ketika adegan direkam.
“Kalau pernah membaca novelnya ada di daerah Belangguan. Ditanam jagung, disesuaikan waktunya supaya tingginya sesuai dengan kemauan shot kita,” ujar Anggi.
Ia menceritakan sempat mengira jagung tersebut dapat dimanfaatkan untuk konsumsi selama proses syuting. Namun, ternyata tanaman tersebut merupakan jagung untuk pakan ternak.
“Saya berpikir jagungnya bisa dimakan untuk konsumsi waktu syuting.Ternyata itu jagung untuk ternak, jadi nggak jadi makan jagung,” katanya sambil tertawa.
Bagi Anggi, berbagai detail tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan dunia Laut Bercerita secara utuh. Ia ingin penonton tidak hanya memahami cerita, tetapi juga merasa berada di dalam dunia para tokohnya.
Film Laut Bercerita diadaptasi dari novel karya Leila S. Chudori dan disutradarai Yosep Anggi Noen. Gita Fara, Leila S. Chudori, dan Budi Setyarso menjadi produser film tersebut
Film ini dibintangi Reza Rahadian, Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, Dian Sastrowardoyo, dan sejumlah aktor lainnya. Laut Bercerita dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 29 Oktober 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....