'Empat Musim Pertiwi' Tembus Toronto dan Busan International Film Festival 2026
- 09 Sep 2026 12:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Film Kamila Andini tayang di Busan dan bioskop Indonesia pada Oktober 2026.
- Menjadi produksi terbesar Forka Films dengan kolaborasi enam negara.
- Empat Musim Pertiwi menjalani world premiere di Toronto International Film Festival 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Film Empat Musim Pertiwi karya sutradara Kamila Andini akan menjalani world premiere di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026. Film terbaru Forka Films itu juga akan tayang di Busan International Film Festival (BIFF) 2026, bertepatan dengan perilisan di Indonesia.
Film yang dibintangi Putri Marino tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026. Empat Musim Pertiwi menjadi proyek terbesar Forka Films dengan skala produksi yang melibatkan enam negara.
Enam negara yang terlibat dalam produksi film tersebut yakni Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia. Film ini juga berkolaborasi dengan Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros.
Empat Musim Pertiwi mengikuti perjalanan Pertiwi yang diperankan Putri Marino. Ia kembali ke tanah kelahirannya setelah puluhan tahun meninggalkan tempat tersebut.
Kepulangannya mempertemukan Pertiwi dengan orang-orang dari masa lalunya. Mereka membawa kenangan tentang berbagai musim dalam kehidupan Pertiwi, termasuk pengalaman terbaik hingga terburuk.
Film tersebut menjadi ruang eksplorasi artistik terbaru Kamila Andini melalui pendekatan cross-genre. Kamila juga untuk pertama kalinya menggunakan elemen fiksi ilmiah atau sci-fi dalam filmnya.
“Saya sangat menyukai film-film sci-fi, namun baru sekarang merasa punya kebutuhan menampilkannya secara luas dan universal. Setiap cerita memiliki kebutuhannya sendiri, dan bagi saya ini juga akan menjadi salah satu cara terbaik untuk menyampaikannya ,” ujar Kamila dalam keterangan resmi.
Produksi film berlangsung pada 2025 dan sebagian besar proses syuting dilakukan di kawasan Bromo. Lokasi syuting mencakup permukiman, persawahan, hingga kawasan berpasir dengan kebutuhan logistik yang besar.
Produser Ifa Isfansyah mengatakan skala produksi Empat Musim Pertiwi menjadi yang terbesar bagi Forka Films. Menurutnya, tantangan produksi juga berlanjut hingga tahap post-production karena banyak detail dalam desain produksinya.
“Kami berharap penonton dapat merasakan perjalanan pulang Pertiwi dalam menemui musim-musim kehidupannya. Lewat penjelajahan artistik terbaru Kamila Andini, yang juga didukung oleh jajaran kru yang telah bekerja sama sejak Gadis Kretek,” kata Ifa.
Empat Musim Pertiwi juga menandai kembalinya Kamila Andini ke Toronto International Film Festival. Sebelumnya, film Yuni pada 2021 meraih penghargaan Platform Prize di festival tersebut.
Sementara itu, Empat Musim Pertiwi akan hadir dalam program A Window On Asian Cinema di BIFF 2026. Program tersebut menampilkan karya sineas Asia yang dinilai memiliki jejak kuat dalam perkembangan sinema internasional.
Selain Putri Marino, film ini menghadirkan Arya Saloka, Christine Hakim, Hana Malasan, dan Shofia Shireen. Deretan pemain lainnya yakni Nagra Pakusadewo, Dwika Pradnyana, Maryam Supraba, Hanna Aretha, dan Totos Rasiti.
Film ini turut menghadirkan representasi keberagaman melalui keterlibatan Dwika Pradnyana dan Hanna Aretha. Dwika merupakan aktor dengan vitiligo, sedangkan Hanna merupakan aktor tuli.
Empat Musim Pertiwi juga mendapat representasi internasional dari Goodfellas, perusahaan sales agent asal Prancis. Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....