Kamila Andini Ungkap Proses Panjang di Balik Film 'Empat Musim Pertiwi'

  • 09 Sep 2026 10:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Film 'Empat Musim Pertiwi' bergenre misteri drama akan tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026.
  • Sutradara dan penulis Kamila Andini telah mengembangkan proyek ini sejak 2017 dan kembali dikerjakan pada 2023 hingga menjadi karya selesai.
  • Film ini telah merilis trailer dan poster terbarunya sebagai bagian dari promosi menjelang peluncuran.

RRI.CO.ID, Jakarta - Film 'Empat Musim Pertiwi' memperkenalkan trailer dan poster terbarunya. Film bergenre misteri drama ini akan hadir di layar bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026 mendatang.

Kamila Andini selalu sutradara dan penulis menyebut proses pembuatan film berlangsung panjang dan sulit. Ia mengaku telah menulis proyek tersebut sejak 2017, lalu kembali dikembangkan pada 2023 hingga akhirnya menjadi karya utuh.

"Film ini ditulis pada saat kami sedang liburan keluarga di Bromo pada 2017. Lalu, di 2023 akhirnya mulai mengembangkan lagi topik tersebut," ujarnya saat Press Conference Official Trailer & Official Poster Film 'Empat Musim Pertiwi' di XXI Epicentrum, Jakarta, Selasa, 8 September 2026.

Dalam trailer dan poster, sosok Pertiwi menjadi pusat cerita tentang kepulangan yang justru membuka kembali persoalan masa lalu. Setelah menjalani hukuman di penjara, Pertiwi (Putri Marino) kembali ke kampung halamannya, tetapi kehadirannya justru tidak diterima.

Kepulangan tersebut juga membuat Pertiwi harus kembali berhadapan dengan masa lalu yang selama ini berusaha ditinggalkannya. Alih-alih melarikan diri, ia memilih menghadapi empat fase kehidupan sebelum perlahan menemukan jalan untuk pulang.

Kamila menggunakan perjalanan Pertiwi untuk membahas empat fase kehidupan perempuan melalui latar yang memperlihatkan kontras alam Indonesia. Gagasan itu bermula ketika Kamila melihat lanskap Bromo dan menemukan kesan empat musim dalam satu tempat.

Kamila juga menempatkan nama Pertiwi sebagai bagian penting dari gagasan film mengenai hubungan manusia dengan tanah air. Melalui karakter-karakternya, film ini berupaya menghadirkan beragam wajah masyarakat tanpa membaginya menjadi hitam atau putih.

"Saya memilih nama Pertiwi karena dalam prosesnya dari tahun 2017 itu saya ingin melihat kembali arti ibu pertiwi. Bagaimana itu terimplementasi di kehidupan sehari-hari kita, semoga teman-teman juga bisa merasakan bagaimana saya memaknai ini," ucapnya.

Senada dengan itu, produser Ifa Isfansyah menilai proses produksi film membutuhkan kesiapan pendanaan sekaligus kebebasan kreatif. Menurutnya, keputusan produksi setiap rupiah berkaitan dengan kemampuan tim mempertahankan keberanian film dalam menyampaikan gagasannya.

"Saya mau memastikan bahwa setiap rupiah yang masuk dari investor tidak menghalangi kebebasan berekspresi. Saya sebagai produser justru tidak ingin membungkam, karena cerita ini memang harus dibuat dengan selantang mungkin," katanya dalam kesempatan yang sama.

Karena itu, ia mempertimbangkan partner produksi yang mampu memberikan fondasi kuat tanpa membatasi kebebasan berekspresi para kreator. Film ini melibatkan 502 kru, 53 pemain utama hingga pendukung, serta 206 pemeran tambahan selama proses produksinya.

'Empat Musim Pertiwi' dijadwalkan akan menjalani world premiere di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026. Setelah itu, film ini hadir di Busan International Film Festival (BIFF) 2026 dan Tokyo International Film Festival. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....